Sejauh yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, penyerobot
faslitas umum tersebut, aman-aman saja. Tidak ada proses apapun terhadap
mereka, jangankan tindakan hukum berupa denda atau kurungan badan, peringatan
keras saja jarang terdengar dari instansi pemerintah untuk menghentikan
kegiatan tersebut. Paling ada hanya sekedar protes ringan dari pihak-pihak yang
perduli lingkungan, setelah itu semuanya diam. Lalu sepi.
Barangkali, penyebab makin maraknya aksi penyerobot fasilitas umum
tersebut, karena pelakunya bukan saja pihak swasta, melainkan pihak pemerintah
juga saling berlomba merampas hak rakyat banyak itu untuk dijadikan
sumber-sumber bisnis baru tanpa memperhatikan kerugian daerah dan masyarakat.
Berdasarkan pantauan Waspada, Minggu (14/8) falisitas umum yang paling
banyak menjadi korban penyerobotan itu adalah jalan, kemudian trotoar, parit
atau gorong-gorong, lalu terakhir taman. Jalan dua jalur depan Pasar Langsa dan
trotoar tengahnya merupakan korban paling besar dari aksi serobot fasilitas
umum tersebut. Karena jalan dan trotoar itu baru saja selesai direhap, sekarang
sudah disulap menjadi puluhan bangunan kios yang menghadap dua arah.
Trotoar di sepanjang Jalan A Yani, juga banyak diserobot dengan dilakukan
pengrusakan oleh pemilik toko di kiri dan kanan badan jalan. Pengrusakan itu
mereka lakukan untuk memudahkan pengguna jalan masuk dan memarkirkan
kenderaannya di teras toko mereka.
Taman di lokasi bekas stasiun kereta api sudah lama di-ubah menjadi kios
yang berjejer. Lapangan Merdeka Langsa dan jalan di depannya menjadi pasar
kaget di sore dan malam hari, serta trotoar jalan A Yani yang tersisa tidak
bisa lagi digunakan untuk pejalan kaki, karena fungsinya sudah berubah sebagian
menjadi lapak jualan, dan sebagian lagi warung kopi terbuka.
Penyerobot fasilitas umum terbaru dan sekarang sedang berlangsung, yakni
terjadi di belakang kantor Walikota Langsa, persisnya di jalan rel kereta api. Belasan
meter panjangnya gorong-gorong atau drainase yang ada di situ mulai
dihancurkan, dan di atasnya mau dibangun sejumlah kios yang pertapakannya
kelihatan mulai dicor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar