Sabtu, 27 Agustus 2011

Fasilitas Umum Di Kota Langsa Teramcam


Haba Rakyat, LANGSA : Keberadaan fasilitas umum di wilayah Kota Langsa makin lama makin terancam. Jalan, trotoar, gorong-gorong, dan taman, tak ada jaminan akan terjaga dan terawat dengan baik untuk kepentingan masyarat banyak. Karena suatu waktu, kapan saja, dan siapa saja bebas menyerobotnya untuk kepentingan apa saja. 
 
Sejauh yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, penyerobot faslitas umum tersebut, aman-aman saja. Tidak ada proses apapun terhadap mereka, jangankan tindakan hukum berupa denda atau kurungan badan, peringatan keras saja jarang terdengar dari instansi pemerintah untuk menghentikan kegiatan tersebut. Paling ada hanya sekedar protes ringan dari pihak-pihak yang perduli lingkungan, setelah itu semuanya diam. Lalu sepi.

Barangkali, penyebab makin maraknya aksi penyerobot fasilitas umum tersebut, karena pelakunya bukan saja pihak swasta, melainkan pihak pemerintah juga saling berlomba merampas hak rakyat banyak itu untuk dijadikan sumber-sumber bisnis baru tanpa memperhatikan kerugian daerah dan masyarakat.

Berdasarkan pantauan Waspada, Minggu (14/8) falisitas umum yang paling banyak menjadi korban penyerobotan itu adalah jalan, kemudian trotoar, parit atau gorong-gorong, lalu terakhir taman. Jalan dua jalur depan Pasar Langsa dan trotoar tengahnya merupakan korban paling besar dari aksi serobot fasilitas umum tersebut. Karena jalan dan trotoar itu baru saja selesai direhap, sekarang sudah disulap menjadi puluhan bangunan kios yang menghadap dua arah.

Trotoar di sepanjang Jalan A Yani, juga banyak diserobot dengan dilakukan pengrusakan oleh pemilik toko di kiri dan kanan badan jalan. Pengrusakan itu mereka lakukan untuk memudahkan pengguna jalan masuk dan memarkirkan kenderaannya di teras toko mereka.

Taman di lokasi bekas stasiun kereta api sudah lama di-ubah menjadi kios yang berjejer. Lapangan Merdeka Langsa dan jalan di depannya menjadi pasar kaget di sore dan malam hari, serta trotoar jalan A Yani yang tersisa tidak bisa lagi digunakan untuk pejalan kaki, karena fungsinya sudah berubah sebagian menjadi lapak jualan, dan sebagian lagi warung kopi terbuka.

Penyerobot fasilitas umum terbaru dan sekarang sedang berlangsung, yakni terjadi di belakang kantor Walikota Langsa, persisnya di jalan rel kereta api. Belasan meter panjangnya gorong-gorong atau drainase yang ada di situ mulai dihancurkan, dan di atasnya mau dibangun sejumlah kios yang pertapakannya kelihatan mulai dicor.

Untuk yang terakhir ini, anggota dewan dari Fraksi PA, Tengku Salahuddin, mulai angkat bicara, meminta Walikota Langsa menghentikan pembangunan kios-kios tersebut. Karena pengrusakan drainase kota, menurutnya, akan merugikan rakyat dan daerah, sewaktu-waktu malah banjir bisa mengancam kota, demkian katanya. Himbauan dari anggota dewan ini memang sudah dikeluarkan, namun berdasarkan pengalaman, tak ada jaminan himbauan tersebut ditaati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar