Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

Wabub Terima Konsulat Jenderal Malaysia Medan



Haba Rakyat 

                LANGSA: Wakil Bupati Aceh Timur Nasruddin Abubakar,SPdi menerima kunjungan Konsulat Jenderal Malaysia Medan Norlin Othman dikediamannya TM Bahrom Langsa Barat, Selasa, (18/10). Kedatangan Konjen Malaysia beserta puluhan pengusaha kayu karet yang tergabung dalam Malaysian Timber Cauncil dengan tujuan  melihat lebih jauh potensi kayu karet yang dimiliki Kab Aceh Timur serta kesiapan pelabuhan kuala langsa.

Setelah mengelar rapat dirumah dinas wakil bupati, rombongan bergerak ke pelabuhan kuala langsa dan selanjutnya menuju salah satu usaha kayu karet di  Kec Rantau Seulamat Kab Aceh Timur. Kunjungan satu hari Konjen Malaysia Ibu Norlin Othman di Aceh Timur dan Kota Langsa tersebut diharapkan akan memberi warna baik bagi perdagangan ekonomi Malaysia-Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Delegasi Malaysian Timber Counsil, Mr Abdullah Abdul Malek, mengatakan kesempatan baik ini kita gunakan dalam rangka mengetahui lebih jauh potensi Aceh Timur, khususnya kayu karet. Hal ini mengingat kebutuhan kayu karet di Malaysia saat ini sangat lah menjanjikan, pasalnya banyak industry perabot  sedang berkembang pesat di Malaysia dan beberapa Negara.

Walaupun kita tahu saat ini di Aceh sedang berlaku moratorioum loging, tapi kita yakin suatu saat kebijakan ini akan dirubah. Makanya peluang baik ini akan terus kita jaga sehingga hubungan baik antara Malaysia dengan Aceh terus terjaga dengan baik. Dan kita juga sangat yakin, iklim investasi terus bergerak pesat di Aceh seiring semakin kondusifnya kondisi keamanan, ini terbukti saat ini banyak pengusaha mulai melirik Aceh Timur untuk berinvetasi.

“kita berharap hubungan baik yang sudah terjalin ini akan terus dapat terjaga, sehingga apa yang menjadi  peluang-peluang usaha dan investasi dapat dijalankan bersama dengan konsep saling menguntungkan,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Timur, Nasruddin Abubakar,SPdi, yang didampingi beberapa dinas terkait mengatakan Kab Aceh Timur memiliki potensi besar untuk usaha kayu karet, mengingat luas lahan kayu karet saat ini mencapai puluhan ribu hektar. Angka ini belum mencakup kebun-kebun rakyat, yang note bene sudah tidak lagi berfungsi secara maksimal karena umur pohon karet yang sudah mencapai 30 tahun.

Karena belum memiliki bapak angkat, akhirnya warga engan memotong pohon yang sudah expired (kadaluarsa). Dan terus saja melakukan penderesan, walau hasil getahnya sudah tidak lagi maksimal, bila suatu saat ada pengusaha yang mau menginvestasi pengelolaan kayu tersebut, pemerintah Aceh Timur akan mendorong usaha tersebut, asalkan pengusaha mau berkerja sama dengan memberi bibit baru kepada mareka.

Memang langkah memberi bibit baru kepada para petani karet tetap dilakukan Pemkab Aceh Timur, tapi belum maksimal mengingat luas lahan yang dimiliki masyarakat. Kondisi ini juga pemkab berharap pihak ketiga datang ke Aceh Timur untuk berinvestasi, dan segala urusan terkait administrasi akan dipermudah. Ujar Nasruddin.

Selain memiliki potensi kayu karet, Kab Aceh Timur juga salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di Aceh, kondisi ini juga membuat Aceh Timur menjadi salah satu daerah tujuan investor sawit juga. Dan tidak sedikit saat ini berdiri banyak perusahan perkebunan kepala sawit. Bahkan PTPN I Aceh sendiri memiliki kebun terluas di Kab Aceh Timur.

Walupun demikian, masih banyak lahan wilayah Aceh Timur yang belum tersentuh, dan masih  ditumbuhi kayu-kayu yang berkwalitas ekspor. Jeda pemotongan kayu yang sedang diberlakukan pemerintah Aceh memberi hal yang sangat postif bagi hutan Aceh Timur dari jarahan  cukong-cukong kayu asal luar negeri dengan mengunakan tangan-tangan pribumi.

Kebijakan jeda pemotongan kayu tersebut hanya berlaku bagi kayu-kayu kwalitas saja seperti marenti, dammar, merbau dan beberapa jenis berat lainya, sementara bagi kayu-kayu rakyat, seperti pohon karet, durian, sentang, jabon, dan sengon tidak dibatasi. 

Namun begitu, walau dalam kondisi jeda potong kayu di Aceh, namun minat warga masyarakat untuk menanam kayu saat ini sangat tinggi.  Kondisi ini juga membuat Aceh dalam lima tahun kedepan akan kebanjiran kayu. Untuk itu jika ada pengusaha kayu yang ingin menginvestasi modalnya maka pemerintah Aceh Timur sangat memberi respon. Ujar Nasruddin lagi seraya menambahkan kondisi pelabuhan kuala langsa saat ini cukup kondusif bagi iklim investasi tersebut.

Lira Kota Langsa Akan Menjaga Kenetralannya Dalam Pemilukada Ibnu Sa’dan

Haba Rakyat,

LANGSA: Walikota Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kota Langsa, Mulia Akbar atau akrab disapa Cut Lem, menegaskan pihaknya tetap akan menjaga kentralannya dalam pemilukada Kota Langsa Tahun 2011.

Lira secara kelembagaan, kata dia, mulai sekarang hingga nanti tetap akan netral dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon manapun dalam pemilukada mendatang. Sebagai mitra Pemerintah Kota Langsa, Lira akan menjaga netralitas dengan berpedoman pada AD/ART lembaga. Dan Lira juga senantiasa siap menyukseskan pemilukada.

Menurut Cut Lem, pernyataan ini perlu disampaikan secara terbuka kepada umum, karena dirinya memhami selaku Walikota Lira Kota Langsa sikap diamnya akan menjadi bahan politis bagi pasangan calon tertentu, karena momentum pemilukada sudah berada di depan mata.

“Terlebih lagi Walikota Langsa sekarang juga masih maju dalam pemilukada ini,” ujar Cut Lem.

Selein menyatakan kenetralannya, Cut Lem juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berpikir objektif dan jangan sampai terjebak dalam polemik pemilukada Aceh. Semua warga diharapkan menyukseskan pesta demokrasi ini seraya mendorong agar pemilukada bisa berlangsung jujur, bersih, dan demokratis.

Seluruh masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya secara cerdas. Siapapun yang terpilih menjadi Walikota Langsa ke depan harus didukung, karena itulah pilihan rakyat, kata Cut Lem.

Sementara posisi Lira sebagai mitra pemerintah, tambah Cut Lem, harus bebas dari kepentingan politik. Maka itu pihaknya tidak mau melibatkan organisasi yang dipimpinnya untuk mendukung atau menolak pasangan calon tertentu.

Senin, 10 Oktober 2011

Sekda Kota Langsa Serahkan Bantuan Dana Asprasi Untuk Nelayan


Haba Rakyat,

LANGSA: Sejumlah bantaun dalam bentuk barang yang berasal dari dana aspirasi DPRK Langsa dan DPRA, serta dana alokasi khusus (DAK) diserahkan Sekda Kota Langsa, Saifullah, SH, MH, kepada para nelayan, pedagang ikan dan petani tambak di aula Dinas Perikanan,  Kelautan dan Pertanian setempat, Senin (10/10).

Bantuan berupa bok fiber itu berjumlah lebih kurang 185 unit, keseluruhannya diserahkan dalam paket yang sama bagi kepentingan nelayan, petani tambak dan pedagang ikan di Kota Langsa.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Langsa, Cut Yusminar, A.Pi dalam penyerahan bantuan box fiber secara simbolis tersebut merincikan, bantuan box fiber itu masing-masing dari dana DAK sebanyak 100 unit, dari dana aspirasi DPRK Langsa sebanyak 50 unit dan dari dana aspirasi DPRA sebanyak 35 unit.

“Bantuan ini memang dikhususkan bagi nelayan,  petani tambak dan pedagang ikan dengan tujuan agar ikan hasil tangkapan atau penjualan dapat disimpan dalam box ini dalam waktu lama. Sehingga ikan-ikan ini dapat bertahan dan tidak cepat busuk serta kualitas ikan segar tetap terjaga,” sebut Yusminar.

Dia juga menyebutkan, bahwa selain bantuan itu nanti pihaknya juga akan kembali menyalurkan bantuan berupa jaring kepiting, jaring ikan, bibit ikan lele dan boat perahu 5,5 GT sebanyak 10 unit bagi nelayan dan petani tambak di Kota Langsa lainnya.

Sementara Sekdako Langsa, Saifullah, SH, MM, MH usai menyerahkan bantuan box fiber secara simbolis mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kota Langsa terhadap kebutuhan nelayan, petani tambak dan pedagang ikan akan box fiber untuk menyimpan dan menjaga kualitas ikan segar dalam waktu lama.

“Memang bantuan yang diberikan tidak seberapa bila dibandingkan dengan jumlah nelayan, petani tambak, pedagang ikan serta kebutuhan yang ada di Kota Langsa, namun setidaknya apa yang telah diberikan saat ini dapat sedikit meringankan dan membantu untuk menjaga dan menyimpan ikan segar dalam waktu lama,” sebut Saifullah.

Dia juga mengharapkan, para nelayan, petani tambak serta pedagang ikan yang telah menerima bantuan tersebut dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sehingga tujuan dari pemerintah memberikan bantuan itu dapat tercapai hendaknya demi kesejahteraan masyarakatnya. 

Sabtu, 08 Oktober 2011

Gara-Gara Usungan Balon Partai Demokrat Langsa Sempat Pecah



Haba Rakyat,

LANGSA: Gara-gara terjadi perbedaan dalam penetapan pasangan Balon Walikota/Wakil Walikota Langsa yang didaftarkan ke KIP, Partai Demokrat Langsa sempat pecah secara intern. Peristiwa itu terjadi saat rapat pengurus menjelang pendaftaran, karena yang dipersiapkan sebagai wakil awalnya Syahyuzar AKA, namun menjelang pendaftaran namanya diganti dengan Juaini Gadeng.
 
            Menyusul kekisruhan tersebut, Syahyuzar AKA yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Kota Langsa kepada wartawan seusai rapat para pengurus partai mengatakan, ia selaku pimpinan meminta kepada para kader dan pengurus untuk tetap loyal terhadap putusan partai yang mengusung Balon Walikota dan Wakil Walikota Langsa Zulham dengan pasangannya Juaini Gadeng.

            Selain itu, dia juga berharap kepada semua kader dan simpatisan jangan ada praduga yang negative terhadap dirinya yang tidak direstui menjadi balon Wakil Walikota Langsa pada Pemilukada nanti, terutama menegnai ia sudah menerima uang puluhan juta dari Balon Walikota Langsa yang diusung yaitu Zulham.

            “Saya tidak pernah menerima uang tersebut dan itu mungkin fitnah yang sengaja dikobarkan oknum-oknum tertentu untuk memecah belahkan persatuan ditubuh partai ini, tukas Syahyuzar AKA sembari menegaskan, kalau semua punya niat membangun daerah ini kearah lebih baik  harus mendukung pasangan yang diusung partai.

           Menegnai munculnya polemik terhadap pasangan balon walikota yang diusung partai tersebut mencuaat ketika salah seorang kader, Ilyas,  dalam rapat yang digelar di secretariat partai sebelum menghantar pendaftaran balon dimaksud ke KIP setempat sempat bertanya kepada Ketua Partai Demokrat Langsa, Sekjen DPD Demokrat Meriadi Amir dan Balon Walikota sendiri Zulham mengapa hal tersebut sampai terjadi.

            Saat itu, pertanyaan tersebut tidak mendapat jawaban yang rinci, melainkan sempat terjadi perdebatan yang sengit dikalangan pengurus partai.  Sementara Sekjen DPD Demokrat ketika itu hanya memberikan jawaban, terkait hal itu tidak etis disampaikan di forum terbuka karena ada orang diluar partai.
            Akhirnya berdasarkan usulan beberapa pengurus teras partai, salah satunya Ir.Joni,  persoalan interen itu dibahas setelah dilakukan pendaftaran sehingga tidak menganggu prosesi pendaftaran balon. Dan setelah diberikan penjelasan, akhirnya para pengurus dan simpatisan partai masih tetap solid dalam memperjuangkan balon yang mereka usung.

Kamis, 06 Oktober 2011

Linangan Air Mata Sesepuh Iringi Pendaftaran Jauhari Amin


Haba Rakyat,

LANGSA : Bakal calon (balon) Walikota Langsa, H. Jauhari Amin, SH, MH yang berpasangan dengan Drs. H. Razali Yusuf, SH, MH, MPD secara resmi mendaftar ke Komisi Indepeden Pemilihan (KIP) Kota Langsa, Kamis (6/10).

Sebelum ke tempat pendaftaran di aula SMK Negri 3 Kota Langsa, pasangan Jauhari Amin dengan Razali Yusuf yang disingkat dengan nama Juara, bersama para pendukungnya terlebih dahulu menuju Mesjid Darul Falah, melaksanakan shalat Dhuha sekira pukul 10.00 WIB.

Kemudian, dari Mesjid Darul Falah, pasangan yang didukung koalisi tiga partai ini masing-masing PAN, PPP, dan Partai Sira, singgah di Lapas kelas II B Langsa. Di sini Jauhari Amin dan Razali Yusuf menjenguk sesepuh sekaligus mantan Walikota Langsa, H. Azahari Aziz, SH, dan minta izin kepadanya untuk mendaftar sebagai calon pemimpin Kota Langsa ke depan.

Tak ayal, pertemuan yang singkat itu mengundang keharuan semua hadirin yang hadir termasuk para narapidana yang ada di Lapas Langsa. Azhari Aziz selaku Walikota Pertama Kota Langsa pun tak bisa menyembunyikan rasa harunya mendapat kunjungan tersebut, bahkan tetetasan bening dari matanya pun tidak dapat dibendung ketika Jauhari memeluknya serupa anak memeluk orangtuanya.

Kemudian iringan mobil yang membawa pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Langsa periode 2012--2017 ini, langsung menuju sekretariat KIP Langsa, untuk melakukan pendaftaran. Penyerahan berkas pendataran saat itu diterima Ketua Pokja Pantarlih KIP Langsa, Ngatiman SPd, didampingi sejumlah komisioner KIP setempat lainnya.

Selasa, 06 September 2011

Polisi Periksa Sekwan Kota Langsa



Haba Rakyat,

LANGSA: Laporan Partai Aceh (PA) tentang pengeluaran secara paksa Ketua DPRK Langsa, M. Zulfri, ST dari ruang sidang rapat paripurna dewan setempat beberapa waktu lalu sekarang mulai diproses pihak polisi.

Tim penyidik Polres Langsa mulai melakukan pemeriksaan terhadap Sektaris Dewan (Skewan) DPRK Langsa, T. Muldisyah, dan sejumlah anggota scuritinya, Selasa (6/9). Pemeriksaan itu terkait insiden yang terjadi ketika rapat Paripurna II DPRK Langsa dengan agenda pembahasan KUA dan PPAS tahun 2011 dia aula gedung DPRK Langsa, dimana Ketua DPRK Langsa, M. Zulfri, ST dikeluarkan secara paksa.

Kapolres Langsa, AKBP Drs. Yosi Muhamartha, melalui Kasat Reskrim, AKP Warosidi Sik, kepada wartawan mengatakan, pihaknya mulai hari ini (Selasa kemarin) telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekwan DPRK Langsa, T Muldisyah. Pemeriksaan itu untuk diambil keterangannya sebagai saksi

Selain pemeriksaan terhadap Sekwan, dalam waktu yang bersamaan, tim penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Scurity. Mereka yang diperiksa itu, semuanya masih berstatus sebagai saksi karena belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Proses pemeriksaan Sekwan DPRK dan anggota Scurity yang masih berstatus saksi ini, berlangsung sejak pukul 09.30 WIB siang, dan belum diketahui sampai pukul berapa berakhir karena masih dalam proses pengambilan keterangan. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan keterangan.