Sabtu, 08 Oktober 2011

Gara-Gara Usungan Balon Partai Demokrat Langsa Sempat Pecah



Haba Rakyat,

LANGSA: Gara-gara terjadi perbedaan dalam penetapan pasangan Balon Walikota/Wakil Walikota Langsa yang didaftarkan ke KIP, Partai Demokrat Langsa sempat pecah secara intern. Peristiwa itu terjadi saat rapat pengurus menjelang pendaftaran, karena yang dipersiapkan sebagai wakil awalnya Syahyuzar AKA, namun menjelang pendaftaran namanya diganti dengan Juaini Gadeng.
 
            Menyusul kekisruhan tersebut, Syahyuzar AKA yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Kota Langsa kepada wartawan seusai rapat para pengurus partai mengatakan, ia selaku pimpinan meminta kepada para kader dan pengurus untuk tetap loyal terhadap putusan partai yang mengusung Balon Walikota dan Wakil Walikota Langsa Zulham dengan pasangannya Juaini Gadeng.

            Selain itu, dia juga berharap kepada semua kader dan simpatisan jangan ada praduga yang negative terhadap dirinya yang tidak direstui menjadi balon Wakil Walikota Langsa pada Pemilukada nanti, terutama menegnai ia sudah menerima uang puluhan juta dari Balon Walikota Langsa yang diusung yaitu Zulham.

            “Saya tidak pernah menerima uang tersebut dan itu mungkin fitnah yang sengaja dikobarkan oknum-oknum tertentu untuk memecah belahkan persatuan ditubuh partai ini, tukas Syahyuzar AKA sembari menegaskan, kalau semua punya niat membangun daerah ini kearah lebih baik  harus mendukung pasangan yang diusung partai.

           Menegnai munculnya polemik terhadap pasangan balon walikota yang diusung partai tersebut mencuaat ketika salah seorang kader, Ilyas,  dalam rapat yang digelar di secretariat partai sebelum menghantar pendaftaran balon dimaksud ke KIP setempat sempat bertanya kepada Ketua Partai Demokrat Langsa, Sekjen DPD Demokrat Meriadi Amir dan Balon Walikota sendiri Zulham mengapa hal tersebut sampai terjadi.

            Saat itu, pertanyaan tersebut tidak mendapat jawaban yang rinci, melainkan sempat terjadi perdebatan yang sengit dikalangan pengurus partai.  Sementara Sekjen DPD Demokrat ketika itu hanya memberikan jawaban, terkait hal itu tidak etis disampaikan di forum terbuka karena ada orang diluar partai.
            Akhirnya berdasarkan usulan beberapa pengurus teras partai, salah satunya Ir.Joni,  persoalan interen itu dibahas setelah dilakukan pendaftaran sehingga tidak menganggu prosesi pendaftaran balon. Dan setelah diberikan penjelasan, akhirnya para pengurus dan simpatisan partai masih tetap solid dalam memperjuangkan balon yang mereka usung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar