LANGSA: Gara-gara terjadi perbedaan
dalam penetapan pasangan Balon Walikota/Wakil Walikota Langsa yang didaftarkan
ke KIP, Partai Demokrat Langsa sempat pecah secara intern. Peristiwa itu
terjadi saat rapat pengurus menjelang pendaftaran, karena yang dipersiapkan
sebagai wakil awalnya Syahyuzar AKA, namun menjelang pendaftaran namanya
diganti dengan Juaini Gadeng.
Menyusul kekisruhan tersebut, Syahyuzar
AKA yang juga Ketua Umum Partai
Demokrat Kota Langsa kepada wartawan seusai rapat para pengurus partai
mengatakan, ia selaku pimpinan
meminta kepada para kader dan pengurus untuk tetap loyal terhadap putusan
partai yang mengusung Balon Walikota dan Wakil Walikota Langsa Zulham dengan
pasangannya Juaini Gadeng.
Selain itu, dia juga berharap kepada semua kader dan simpatisan jangan ada praduga yang
negative terhadap dirinya yang tidak direstui menjadi balon Wakil Walikota
Langsa pada Pemilukada nanti, terutama
menegnai ia sudah menerima
uang puluhan juta dari Balon Walikota Langsa yang diusung yaitu Zulham.
“Saya tidak pernah menerima uang tersebut dan itu mungkin fitnah yang sengaja
dikobarkan oknum-oknum tertentu untuk memecah belahkan persatuan ditubuh partai
ini, ” tukas Syahyuzar AKA sembari menegaskan, kalau semua punya niat membangun daerah
ini kearah lebih baik harus mendukung pasangan yang diusung partai.
Menegnai munculnya polemik terhadap
pasangan balon walikota yang diusung partai tersebut mencuaat ketika salah
seorang kader, Ilyas, dalam rapat yang digelar di secretariat partai
sebelum menghantar pendaftaran balon dimaksud ke KIP setempat sempat bertanya kepada Ketua Partai
Demokrat Langsa, Sekjen DPD Demokrat
Meriadi Amir dan Balon Walikota sendiri Zulham mengapa hal tersebut sampai terjadi.
Saat itu, pertanyaan tersebut tidak
mendapat jawaban yang rinci,
melainkan sempat terjadi perdebatan yang sengit dikalangan pengurus
partai. Sementara Sekjen DPD Demokrat ketika
itu hanya memberikan jawaban, terkait
hal itu tidak etis disampaikan di forum terbuka karena ada orang diluar partai.
Akhirnya berdasarkan usulan beberapa pengurus teras partai, salah satunya Ir.Joni, persoalan interen itu dibahas setelah dilakukan pendaftaran
sehingga tidak menganggu prosesi pendaftaran balon. Dan setelah diberikan penjelasan, akhirnya
para pengurus dan simpatisan partai masih tetap solid dalam memperjuangkan
balon yang mereka usung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar