Jumat, 18 Mei 2012

Lira Aceh Minta Rekanan Pelaksana Proyek Pasar Langsa Buka Akses Pengawasan Masyarakat



Haba Rakyat

LANGSA: Gubernur Lira Aceh, Cut Lem, meminta kepada rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan pusat pasar Kota Langsa supaya membuka akses terhadap masyarakat agar bisa melakukan pengawasan secara terbuka.

Karena selama ini, sejak pembangunan itu berlangsung masyarakat banyak yang melapor kepada Lira Kota Langsa bahwa pelaksanaan proyek tersebut sangat tertutup dan diduga banyak terjadi penyimpangannya, demikian kata Cut Lem kepada Waspada di Langsa, Kamis (17/5).

Akibat ketertutupan itu, kata Cut Lem,  masyarakat terutama para pedagang yang akan menggunakan fasilitas pembangunan tersebut menjadi resah. Karena banyak hal  yang dulu dijanjikan Pemko Langsa mulai berubah kebijakannnya menjelang pembangunan pusat pasar itu selesai di bangun.

Adapun pusat pasar yang dibanngun dengan dana bantuan dari  Ditjen Kementrian Dalam Negri Kementrian Perdagangan RI itu meliputi pasar daging, pasar ikan, pasar ayam dan pasar sayur. Dulu dalam perjanjian dengan para pedagang,  semua fasilitas tersebut tidak ada yang  dijual sekarang kebijakan itu sudah berubah, ada sejumlah bangunan kios ada yang harus dibeli baru bisa dipergunakan oleh pedagang.

Kemudian  yang aneh lagi, sejak bangunan pusat pasar itu dikerjakan sampai bangunan induknya sudah hampir rampung sekarang ini, pihak rekanan tidak pernah memasang papan plank nama untuk menjelaskan berbagai hal tentang proyek tersebut.

Akibatnya, kata Cut Lem, masyarakat semakin curiga bahwa ada yang sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut. Jumlah dana, nama kontraktor pelaksana, jenis proyek, volume proyek, dan kapan batas waktu pelaksanaannya semuanya serba tertutup bagi masyarakat. 

Maka itu, Gubernur Lira Aceh meminta kepada rekanan pelaksananya dan pemerintah Kota Langsa supaya membuka akses kepada masyarakat. Agar masyarakat tidak ada yang curiga terhadap proses pelaksananya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar