LANGSA : Calhaj Aceh kloter terakhir yang diberangkatkan melalui
embarkasi Blang Bintang pada Hari Sabtu (15/10) lalu ternyata tetap dibawa ke
Madinah untuk mengambil shalat arbain lebih awal sebelum melaksanakan ibadah
haji.
Sebelumnya, baik para calhaj itu sendiri maupun keluarga yang mengantarnya
hingga ke Banda Aceh sempat merasa was-was akibat terjadi simpang siur berita
bahwa mereka akan langsung diberangkatkan ke Mekkah, karena mereka masuk dalam
kelompok calhaj gelombang kedua.
Rasa was-was itu terjadi, karena jika benar mereka langsung dibawa ke
Mekkah berarti harus menggunakan pakaian ihramnya saat mendarat di lapangan
terbang Jeddah, sementara pakaian ihram yang dibawa umumnya tidak ada dalam tas
tentengan, mereka khawatir tidak bisa mengambilnya di dalam kopor. Sebab dalam
persiapan kopor baru dibuka ketika semua jamaah sudah berada di penginapan.
Jamaah Aceh kloter terakhir ini merupakan kumpulan jamaah resiko tinggi,
berasal dari berbagai daerah, tergabung dalam kloter kuota tambahan khusus bagi
yang sudah berusia lanjut. Jika harus membongkar kopor untuk mengambil pakaian
ihram saat masih dalam perjalanan, dikhawatirkan mereka akan mendapat
kesulitan.
Kepastian mereka tetap dibawa ke Madinah lebih awal Waspada peroleh
informasinya, Selasa (18/10), ketika salah seorang jamaah yang tergabung dalam
kloter tersebut, Maryam, 67, mengabarkan dia sudah berada di Madinah.
“Alhamdulillah, kami ternyata tidak dibawa langsung ke Mekkah, sekarang
kami sudah berada di Madinah,” demkian Maryam mengabarkan lewat sambungan
telepon selulernya. Dengan begitu dia berharap para keluarga yang sempat merasa
was-was tidak perlu merasa cemas lagi, karena pelayanan yang diberikan para
petugas khusus untuk calhaj resti cukup bagus dan sangat memuaskan, kata
dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar