Sabtu, 15 Oktober 2011

Calhaj Aceh Kloter Terakhir Tetap Dibawa Ke Madinah


Haba Rakyat,

LANGSA : Calhaj Aceh kloter terakhir yang diberangkatkan melalui embarkasi Blang Bintang pada Hari Sabtu (15/10) lalu ternyata tetap dibawa ke Madinah untuk mengambil shalat arbain lebih awal sebelum melaksanakan ibadah haji.

Sebelumnya, baik para calhaj itu sendiri maupun keluarga yang mengantarnya hingga ke Banda Aceh sempat merasa was-was akibat terjadi simpang siur berita bahwa mereka akan langsung diberangkatkan ke Mekkah, karena mereka masuk dalam kelompok calhaj gelombang kedua.

Rasa was-was itu terjadi, karena jika benar mereka langsung dibawa ke Mekkah berarti harus menggunakan pakaian ihramnya saat mendarat di lapangan terbang Jeddah, sementara pakaian ihram yang dibawa umumnya tidak ada dalam tas tentengan, mereka khawatir tidak bisa mengambilnya di dalam kopor. Sebab dalam persiapan kopor baru dibuka ketika semua jamaah sudah berada di penginapan.

Jamaah Aceh kloter terakhir ini merupakan kumpulan jamaah resiko tinggi, berasal dari berbagai daerah, tergabung dalam kloter kuota tambahan khusus bagi yang sudah berusia lanjut. Jika harus membongkar kopor untuk mengambil pakaian ihram saat masih dalam perjalanan, dikhawatirkan mereka akan mendapat kesulitan.

Kepastian mereka tetap dibawa ke Madinah lebih awal Waspada peroleh informasinya, Selasa (18/10), ketika salah seorang jamaah yang tergabung dalam kloter tersebut, Maryam, 67, mengabarkan dia sudah berada di Madinah.

“Alhamdulillah, kami ternyata tidak dibawa langsung ke Mekkah, sekarang kami sudah berada di Madinah,” demkian Maryam mengabarkan lewat sambungan telepon selulernya. Dengan begitu dia berharap para keluarga yang sempat merasa was-was tidak perlu merasa cemas lagi, karena pelayanan yang diberikan para petugas khusus untuk calhaj resti cukup bagus dan sangat memuaskan, kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar