LANGSA: Di tengah-tengah kesibukan berbagai elemen masyarakat di
Aceh membicarakan masalah pemilihan kepala daerah melalui pilkada, Ketua Kadin
Aceh, H. Firmandez, menggulirkan sebuah ide berbeda, sekaligus mulai
merintisnya dalam kerja nyata, yakni ingin meretas lahirnya sejuta saudagar di
Aceh.
Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, Kadin Aceh bekerjasama dengan
Hipmi, juga menggandeng Lembaga pendidikan At Taqwa, menggelar pelatihan kewirausahaan
untuk 100 orang peserta di Kota Langsa selama dua hari yang dimulai sejak Rabu
(12/10).
Acara pelatihan yang dipusatkan di Hotel Harmoni itu dibuka Sekdakota
Langsa, Syaifullah, SH, dan mendapat sambutan yang antusias dari para pserta.
Para peserta tersebut, seluruhnya para pemuda yang berasal dari berbagai latar
belakang, mulai dari mahasiswa, para santri dayah atau pesantren, siswa/i
sekolah kejuruan, pedagang kaki lima, hingga para dai.
Dalam kata sambutannya saat pembukaan, Haji Firmandes menguraikan
cita-citanya tersebut bukan untuk hanya sekedar untuk mencari sensasi.
Melainkan dia benar-benar mengimpikan suatu saat kelak, paling lama dalam kurun
waktu 25 tahun ke depan sejuta saudagar di Aceh akan dapat terwujud, dan saat
itu Aceh sudah mencapai masa kejayaannya kembali.
Karena apa yang diimpikannya sekarang ini, kata dia, bukan tanpa dasar
melainkan untuk mengulangi sejarah Aceh masa lalu, yang dulu terkenal dengan
jumlah saudagar kaya. Para saudagar Aceh dulu tidak pernah mengharapkan apapun
dari APBK, tapi mereka lebih banyak menyumbang untuk negara dan bangsa.
Bukti tersebut mudah dilihat hingga sampai sekarang, antara lain pembelian
pesawat terbang pertama itu sumbangan para saudagar dan sejumlah kantor
pemerintah di daerah juga sumbangan dari mereka.
Bahkan sekarang ini, para jamaah haji dari Aceh juga dapat merasakannya,
dimana tiap pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji akan memperoleh uang
pengganti penginapan dari kerajaan Arab Saudi, dan itu tidak lain hasil dari
hasil kompensasi sebuah rumah yang diwakafkan salah seorang saudagar Aceh pada
masa lalu.
Bertitik tolak dari latar belakang tersebut, Maka Firmadez yakin
cita-citanya untuk meretas sejuta saudagar di Aceh bukan hanya impian. Karena
darah dan gen orang Aceh dari dulu memang sudah tertanam semangat untuk menjadi
saudagar, sekarang tinggal hanya membangkitkan kembali semangat itu.
Salah satu caranya untuk membangkit semangat yang
sudah lama terpendam ini, menurut Firmandez, yakni dengan melakukan pelatihan
kewiusahaan, mengubah pola pikir agar generasi muda jangan hanya terpaku mau
jadi PNS, dan membekali mereka ilmu-ilmu yang berkaitan dengan usaha mandiri,
serta menanam rasa malu untuk meminta-minta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar