Rabu, 12 Oktober 2011

Meretas Sejuta Saudagar Untuk Aceh

Haba Rakyat, 
LANGSA: Di tengah-tengah kesibukan berbagai elemen masyarakat di Aceh membicarakan masalah pemilihan kepala daerah melalui pilkada, Ketua Kadin Aceh, H. Firmandez, menggulirkan sebuah ide berbeda, sekaligus mulai merintisnya dalam kerja nyata, yakni ingin meretas lahirnya sejuta saudagar di Aceh.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, Kadin Aceh bekerjasama dengan Hipmi, juga menggandeng Lembaga pendidikan At Taqwa, menggelar pelatihan kewirausahaan untuk 100 orang peserta di Kota Langsa selama dua hari yang dimulai sejak Rabu (12/10).

Acara pelatihan yang dipusatkan di Hotel Harmoni itu dibuka Sekdakota Langsa, Syaifullah, SH, dan mendapat sambutan yang antusias dari para pserta. Para peserta tersebut, seluruhnya para pemuda yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, para santri dayah atau pesantren, siswa/i sekolah kejuruan, pedagang kaki lima, hingga para dai.

Dalam kata sambutannya saat pembukaan, Haji Firmandes menguraikan cita-citanya tersebut bukan untuk hanya sekedar untuk mencari sensasi. Melainkan dia benar-benar mengimpikan suatu saat kelak, paling lama dalam kurun waktu 25 tahun ke depan sejuta saudagar di Aceh akan dapat terwujud, dan saat itu Aceh sudah mencapai masa kejayaannya kembali.

Karena apa yang diimpikannya sekarang ini, kata dia, bukan tanpa dasar melainkan untuk mengulangi sejarah Aceh masa lalu, yang dulu terkenal dengan jumlah saudagar kaya. Para saudagar Aceh dulu tidak pernah mengharapkan apapun dari APBK, tapi mereka lebih banyak menyumbang untuk negara dan bangsa.

Bukti tersebut mudah dilihat hingga sampai sekarang, antara lain pembelian pesawat terbang pertama itu sumbangan para saudagar dan sejumlah kantor pemerintah di daerah juga sumbangan dari mereka.

Bahkan sekarang ini, para jamaah haji dari Aceh juga dapat merasakannya, dimana tiap pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji akan memperoleh uang pengganti penginapan dari kerajaan Arab Saudi, dan itu tidak lain hasil dari hasil kompensasi sebuah rumah yang diwakafkan salah seorang saudagar Aceh pada masa lalu.

Bertitik tolak dari latar belakang tersebut, Maka Firmadez yakin cita-citanya untuk meretas sejuta saudagar di Aceh bukan hanya impian. Karena darah dan gen orang Aceh dari dulu memang sudah tertanam semangat untuk menjadi saudagar, sekarang tinggal hanya membangkitkan kembali semangat itu.
Salah satu caranya untuk membangkit semangat yang sudah lama terpendam ini, menurut Firmandez, yakni dengan melakukan pelatihan kewiusahaan, mengubah pola pikir agar generasi muda jangan hanya terpaku mau jadi PNS, dan membekali mereka ilmu-ilmu yang berkaitan dengan usaha mandiri, serta menanam rasa malu untuk meminta-minta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar