LANGSA: Untuk menurunkan tingkat kenakalan remaja yang akhir-akhir ini makin memprihatinkan
terutama berkaitan dengan penggunaan narkoba, Penjabat Walikota Langsa Bustami Usman
mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut melakukan pencegahannya.
![]() |
| Walikota Langsa |
Salah satu solusi yang bisa dilakukan, kata dia, dengan menghidupkan
kembali pengajian di menasah-menasah dan rumah-rumah, serta mematikan teleivisi di seluruh tempat selama
dua jam setelah shalat magrib, agar anak-anak dan para remaja bisa fokus pada
pengajian.
Wacana yang seiring dengan program pelaksanaan Syraiat Islam di Aceh dan
sesaui dengan himbaun Metri Agama RI itu disampaikan Walikota Langsa Bustami Usman
saat memberikan kata sambutannya pada acara perismian Kantor BNN Langsa dan BNN
Lhokseumawe yang dipusatkan di kantor BNN Langsa, Selasa (15/5).
Ikut hadir pada acara tersebut Sekretaris Utama Badan Narkotika Nasional
(BNN) RI, Irjen Pol Drs. Bambang Abimanyu beserta rombongannya, Pj Walikota
Lhokseumawe, para Muspida tiga Wailayah Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan
Ko Langsa, serta sejumlah undangan lain dari berbagai kalangan masyarakat Kota
Langsa dan Aceh Timur.
Menurut Bustami Usman kasus penggunaan narkotika melibatkan banyak
komponen, maka itu untuk memberantasnya juga harus melibatkan berbagai komponen
pula. Dan salah satu komponenen penting adalah keterlibatan para orang tua
dalam mengawasi anak-anak dan anggota keluarganya.
Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol
Bambang Abimanyu juga sangat menyetujui ide yang diusulkan Penjabat Walikota
Langsa tersebut. Karena menurutnya, untuk sekarang ini di seluruh Indonesia ada
sekitar 3,8 juta orang yang sudah kecanduan terhadap narkoba.
“Yang baru bisa diobati baru sekitar 18 ribu orang,” katanya. Maka itu
untuk mengurangi jumlah orang-orang yang ketergantungan dengan narkotika itu
tidak bisa dilakukan hanyah oleh BNN, melainkan harus terlibat seluruh lapisan
masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar