Haba Rakyat
LANGSA : Masyarakat Lorong Damai, Kecamatan Langsa Kota
mempertanyakan kualitas jalan yang dibangun di lingkungan mereka. Karena baru
satu bulan siap diaspal, batu kerikil berhamburan di permukaan, dan luas badan
jalan juga jadi menyempit.
Ketua pemuda Lorong Damai, John, Minggu (26/2) mengatakan,
jalan yang dibangun pada lintasan di depan rumahnya itu, prosesnya memang agak
beda dengan proyek jalan di tempat-tempat lain yang biasa dia lihat.
Perbedaan itu, kata dia, antara lain terdapat pada plank papan nama. Informasi
yang tertera di situ tidak menyebutkan berapa panjang dan lebar jalan. Yang
disebutkan hanya volumenya 1 keg. Sehingga ketika pengaspalan dilakukan,
masyarakat tidak bisa mengawasi apakah lebar dan panjangnya sudah mencukupi
seperti yang ada di kontrak.
“Kami tidak mengerti satu keg itu apa,” ujar John seraya menjelaskan
sehingga masyarakat hanya bisa bertanya-tanya, saat melihat pengaspalan yang
dilakukan rekanan tidak memenuhi seluruh badan jalan.
Padahal jalan Lorong Damai itu sebelum pengaspalan dilakukan tergolong
lebar, hampir mencapai enam meter luasnya. Bila dua mobil berselisih masih bisa
melintas dengan lancar. Namun sekarang setelah pengaspalannya, jalan menjadi
sempit, jika tidak ada yang berhenti ke pinggir mobil lain tidak bisa lewat.
Beda lainnya lagi, tambah John, pelaksanakaannya berada di luar waktu
kontark. Pada plank papan nama tertera jalan yang sumber danannya berasal dari
hibbah 2011, selesai pengerjaannya pada Tanggal 27 Dsemebr 2011. Tapi dalam
kenyatannya pengerjaan baru selesai dilakukan awal Januari Tahun 2012.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar