Senin, 27 Februari 2012

Masyarakat Pertanyakan Kualitas Jalan Di Kota Langsa


Haba Rakyat

LANGSA : Masyarakat Lorong Damai, Kecamatan Langsa Kota mempertanyakan kualitas jalan yang dibangun di lingkungan mereka. Karena baru satu bulan siap diaspal, batu kerikil berhamburan di permukaan, dan luas badan jalan juga jadi menyempit.

Ketua pemuda Lorong Damai, John, Minggu (26/2) mengatakan, jalan yang dibangun pada lintasan di depan rumahnya itu, prosesnya memang agak beda dengan proyek jalan di tempat-tempat lain yang biasa dia lihat.
Perbedaan itu, kata dia, antara lain terdapat pada plank papan nama. Informasi yang tertera di situ tidak menyebutkan berapa panjang dan lebar jalan. Yang disebutkan hanya volumenya 1 keg. Sehingga ketika pengaspalan dilakukan, masyarakat tidak bisa mengawasi apakah lebar dan panjangnya sudah mencukupi seperti yang ada di kontrak.

“Kami tidak mengerti satu keg itu apa,” ujar John seraya menjelaskan sehingga masyarakat hanya bisa bertanya-tanya, saat melihat pengaspalan yang dilakukan rekanan tidak memenuhi seluruh badan jalan.

Padahal jalan Lorong Damai itu sebelum pengaspalan dilakukan tergolong lebar, hampir mencapai enam meter luasnya. Bila dua mobil berselisih masih bisa melintas dengan lancar. Namun sekarang setelah pengaspalannya, jalan menjadi sempit, jika tidak ada yang berhenti ke pinggir mobil lain tidak bisa lewat.

Beda lainnya lagi, tambah John, pelaksanakaannya berada di luar waktu kontark. Pada plank papan nama tertera jalan yang sumber danannya berasal dari hibbah 2011, selesai pengerjaannya pada Tanggal 27 Dsemebr 2011. Tapi dalam kenyatannya pengerjaan baru selesai dilakukan awal Januari Tahun 2012.

Hasil setelah proyek dilakasanakan juga masih terdapat beda. Biasanya kalau di tempat lain yang John sering melihat, jika dibangun jalan aspal batu-batunya tidak kelihatan di atas permukaan badan jalan. Tapi pada jalan satu keg ini batu kerikil berhamburan pada bagian-bagian tertentu di atas permukaan badan jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar