Jumat, 24 Februari 2012

Pemko Langsa Tidak Cakap Garap Potensi PAD


Haba Rakyat

Kota Langsa: Kendati sumber potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kota Langsa setiap tahun bisa mencapai Rp 26 milyar lebih, namun sampai saat ini   Pemerintah Kota Langsa dinilai tidak cakap dalam mengelola potensi tersebut, Jumat(24/2).

Hampir setiap tahun perolehan PAD Kota Langsa berada di bawah proyeksi awal yang telah ditetapkan pihak eksekutif dan legeslatif dalam buku Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK).

Ironisnya sejak tahun 2006 sampai tahun 2010 PAD Kota Langsa hanya berkutak pada angka belasan milyar saja , padahal rencana awal PAD Kota Langsa dipatok  pada angka dua digit.

Hasil yang mengembirakan baru terlihat pada tahun 2011 lalu, PAD Kota Langsa berhasil menembus angka Rp 21 Milyar, namun angka tersebut juga masih dibawah potensi PAD yang sebenarnya.

Demikian rangkuman dari  Seminar studi  potensi PAD Kota Langsa yang dilaksanakan diaula Sekretaris Daerah (Setada) Kota Langsa beberapa waktu lalu, seminar tersebut merupakan hasil penelitian potensi PAD yang dilakukan oleh konsultan ahli dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Menurut Irwan Safwadi, M.Si salah seorang peneliti, lemahnya pencapaian PAD Kota Langsa karena beberapa persolan yang sangat mendasar  seperti kurang optimalnya  pengelolaan potensi objek pajak daerah seperti rumah makan, hotel dan restoran.

“Padahal bila perolehan pajak dan restribusi dari hotel, rumah makan dan restoran dapat dikelola lebih baik, perolehan PAD Kota Langsa akan naik sangat signifikan,” ujar Irwan.

Dia menambahkan pencapaian PAD tahun 2011 juga jangan dianggap sebagai keberhasilan peningkatan PAD, karena sumbangan terbesar PAD tahun 2011 berasal dari sektor kesehatan dari dana berobat pasien Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang mencapai Rp 7 milyar.

“ Kalau hanya berharap pemasukan PAD dari dana JKA ini sangat riskan karena kita tidak bisa memastikan sampai kapan program JKA tersebut akan berlangsung,” ujar Muhamad Harus kolega Irwan dalam tim peneliti potensi PAD Kota Langsa.

Irwan  juga menyoroti koordinasi antar dinas atau instansi yang mengelola PAD di Langsa yang lemah disamping masih rendahnya sumber daya pemungut pajak serta fasilitas pendukungnya.

Irwan menyarankan Pemerintah Kota Langsa agar melakukan pengembangan sektor ekonomi unggulan, seperti optimalisasi industri kecil dan menengah,menciptakan iklim usaha yang kondusif pembuatan qanun restribusi yang sesuai dengan uu no 28 tahun 2009 serta membuat data base potensi PAD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar