Haba Rakyat
PERSAINGAN untuk mendapatkan lapangan kerja sekarang ini semakin ketat. Jika
keahlian yang dimliki dalam suatu profesi masih berada pada rata-rata dengan
orang lain, dapat dipastikan peluang untuk menang sangatlah tipis. Maka itu
peningkatan kemampuan harus diutamakan jika ingin menang, dan caranya tidak
lain kecuali dengan belajar dan usaha lebih dari yang dilakukan orang lain.
Landasan pemikiran itu menjadi pemicu bagi pengelola Sekolah Tinggi
Kesehatan (STIKes) Cut Nyak Dhien Langsa, untuk mencari berbagai upaya agar
anak didiknya tidak kalah dalam persaingan mencari kerja ketika telah selesai
pendidikannya nanti.
Dalam rangka usaha tersebut, mulai tahun ini, STIKes Cut Nyak Dhien Langsa
mencoba sebuah terobosan, yakni dengan mengirimkan mahasiswanya untuk berburu
ilmu sampai ke negri jiran. Alasannya, karena pelayanan kesehatan di Malaysia
sekarang ini sedang ngetrend bagi sebagain masyarakat Indonesia, terutama bagi
masyarakat Aceh dan Sumatra Utara yang tiap hari terlihat ada saja yang berobat
ke negri itu.
Ketua STIKes Cut Nyak Dhien Langsa,
H. Abul Hayat, SKM, M.Kes kepada Waspada di Langsa, Rabu (15/2) mengatakan, untuk tahap pertama ini, pihaknya sudah mengirim 22 orang
mahasiswa berangkat ke Malaysia. Mereka itu terdiri dari tujuh orang mahasiswa S.1 PSIK dan 15 orang
mahasiswa D-III Keperawatan.
Hal itu dapat terlaksana, katanya, setelah pihak Yayasan Cut Nyak Dhien
Langsa menjalin kerjasana pendidikan dengan pihak konsorsium Rumah sakit di
Malaysia. Selain 22 orang mahasiswa yang dikirim
tahun ini, juga ikut serta
dua orang dosen pendamping mereka yang akan berada di sana terhitung sejak 09
Februari hingga 07 Maret 2012 mendatang.
Selama di sana, tambahnya, mereka melakukan kegiatan praktek klinik keperawatan yang merupakan salah satu bentuk kerjasa sama antara STIKes Cut
Nyak Dhien dengan konsorsium rumah sakit di Malaysia yang telah terjalin selama
ini. Dalam kerjasama itu STIKes Cut Nyak Dhien setiap tahunnya
akan mengirimkan mahasiswa praktek ke sejumlah rumah sakit di Malaysia seperti
RS. Al-Islam, RS. Pusrawi dan RS. Azahrah.
Menurut Abul hayat, Ketua Yayasan Cut Nyak Dhien Langsa,
H. Zainal Abidin, BIE, MM ketika melepaskan mahasiswa tersebut pekan lalu, mengharapkan jangan sampai kerjasama praktek
mahasiswa ini menjadi yang pertama dan terakhir. Dan sebelum berangkat mereka juga
dipesijuek Wakil Walikota Langsa, Drs.
H. Saifuddin Razali, MM.*** Ibnu Sa’dan***
Wakil Walikota Langsa, Drs. H. Saifuddin Razali, MM ketika mempesijuek
(tepung tawar) 22 orang mahasiswa Stikes Cut Nyak Dhien ketika akan berangkat
ke Malaysia. (Waspada/ Ibnu Sa’dan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar