Tampilkan postingan dengan label mahasiswa stikes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahasiswa stikes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Mahasiswa STIKes Langsa Buru Ilmu Ke Negeri Jiran


Haba Rakyat

PERSAINGAN untuk mendapatkan lapangan kerja sekarang ini semakin ketat. Jika keahlian yang dimliki dalam suatu profesi masih berada pada rata-rata dengan orang lain, dapat dipastikan peluang untuk menang sangatlah tipis. Maka itu peningkatan kemampuan harus diutamakan jika ingin menang, dan caranya tidak lain kecuali dengan belajar dan usaha lebih dari yang dilakukan orang lain.

Landasan pemikiran itu menjadi pemicu bagi pengelola Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Cut Nyak Dhien Langsa, untuk mencari berbagai upaya agar anak didiknya tidak kalah dalam persaingan mencari kerja ketika telah selesai pendidikannya nanti.

Dalam rangka usaha tersebut, mulai tahun ini, STIKes Cut Nyak Dhien Langsa mencoba sebuah terobosan, yakni dengan mengirimkan mahasiswanya untuk berburu ilmu sampai ke negri jiran. Alasannya, karena pelayanan kesehatan di Malaysia sekarang ini sedang ngetrend bagi sebagain masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat Aceh dan Sumatra Utara yang tiap hari terlihat ada saja yang berobat ke negri itu.

Ketua STIKes Cut Nyak Dhien Langsa, H. Abul Hayat, SKM, M.Kes kepada Waspada di Langsa, Rabu (15/2) mengatakan, untuk tahap pertama ini, pihaknya sudah mengirim 22 orang  mahasiswa berangkat ke Malaysia. Mereka itu  terdiri dari  tujuh orang mahasiswa S.1 PSIK dan 15 orang mahasiswa D-III Keperawatan.

Hal itu dapat terlaksana, katanya, setelah pihak Yayasan Cut Nyak Dhien Langsa menjalin kerjasana pendidikan dengan pihak konsorsium Rumah sakit di Malaysia. Selain 22 orang mahasiswa yang dikirim tahun ini, juga ikut serta dua orang dosen pendamping mereka yang akan berada di sana terhitung sejak 09 Februari hingga 07 Maret 2012 mendatang.

Selama di sana, tambahnya, mereka melakukan  kegiatan praktek klinik keperawatan yang merupakan salah satu bentuk kerjasa sama antara STIKes Cut Nyak Dhien dengan konsorsium rumah sakit di Malaysia yang telah terjalin selama ini. Dalam kerjasama itu STIKes Cut Nyak Dhien setiap tahunnya akan mengirimkan mahasiswa praktek ke sejumlah rumah sakit di Malaysia seperti RS. Al-Islam,  RS. Pusrawi dan RS. Azahrah.

Menurut Abul hayat, Ketua Yayasan Cut Nyak Dhien Langsa, H. Zainal Abidin, BIE, MM ketika melepaskan mahasiswa tersebut pekan lalu, mengharapkan jangan sampai kerjasama praktek mahasiswa ini menjadi yang pertama dan terakhir. Dan sebelum berangkat mereka juga dipesijuek  Wakil Walikota Langsa, Drs. H. Saifuddin Razali, MM.*** Ibnu Sa’dan***

Wakil Walikota Langsa, Drs. H. Saifuddin Razali, MM ketika mempesijuek (tepung tawar) 22 orang mahasiswa Stikes Cut Nyak Dhien ketika akan berangkat ke Malaysia. (Waspada/ Ibnu Sa’dan)



Rabu, 20 Juli 2011

Mahasiswa Stikes Delar Seminar Perawatan Luka

Haba Rakyat, LANGSA : Mahasisswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cut Nya’ Dhien Langsa menggelar seminar nasional tentang perawatan luka di aula SMK Negri Langsa, Minggu (16/7). Kegiatan yang diikuti peserta dari para perawat Aceh dan luar Aceh itu berlangsung sehari penuh dan menghadirkan tiga orang nara sumber tenaga ahli dari Jakarta.

Ketua pantia pelaksana seminar tersebut Ns.M.Yahya, S.kep, MARS yang mengirim relis presnya kepada Waspada, kemarin, menjelaskan, tujuan diadakan seminar itu untuk memasyarakatkan cara perawatan luka yang efektif dan efisien. Hal itu sangat berguna untuk mengurangi biaya bagi setiap pasien yang luka dan mempercepat kesembuhannya.

Cara perawatan luka yang sedang trend di dunia internasional sekarang ini, kata dia, yaitu menggunakan teknik moisture balance to promote wound healing,atau dengan sistim dikondisikan luka menjadi lembab. Dengan begitu penyembuhannya menjadi lebih baik, menurunkan resiko infeksi dan meningkatkan pertumbuhan jaringan granulasi baru. 

Perawatan menggunakan sistem ini, tambahnya,  juga dilakukan dengan berbagai metode sesuai dengan kondisi luka, sehingga tepat untuk semua jenis luka, tentunya dengan jenis balutan atau dressing yang berbeda juga.

Selain dengan keuntungan diatas, melalui penanganan yang tepat terhadap perawatan luka, baik mulai dari tindakan perawatan yang efektif sampai dengan luka yang membaik diharapkan tindakan yang kurang menyenangkan seperti amputasi dapat dihindari. 

Menurunnya lama rawat yang akhirnya berimplikasi pada penurunan biaya perawatan juga merupakan keuntungan dari metode ini. Dalam aplikasinya,  perawatan pada kasus-kasus luka dilakukan dengan terintegrasi dan komprehensif antara berbagai tim kesehatan, klien dan keluarganya. 

Dengan berbagai keuntungan diatas, metode perawatan luka dengan prinsip moist itu perlu diketahui dan difahami oleh para perawat baik dosen keperawatan maupun praktisi dan mahasiswa keperawatan, khususnya di Kota Langsa, sehingga para perawat di Kota Langsa juga mampu mengaplikasikan pengembangan pengetahuan tersebut, ujarnya.