Haba Rakyat,
LANGSA—Pemilihan Umum Kepala Daerah
(Pemilukada) yang merupakan pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini adalah
salah satu momentum untuk pembelajaran politik secara terbuka bagi seluruh rakyat
Aceh. Karena semua lapisan masyarakat dari tingkat awam sampai pada tingkat
politikus sendiri dituntut terlibat dan berperan langsung dalam proses
pemilukada tersebut, Selasa (4/10).
“Jadi Pemilukada jangan hanya
diartikan sebagai pertarungan politik bagi para elit atau tokoh semata dan
sebagai ajang memperebutkan kekuasaan. Tapi jauh dibalik itu, pemilukada ini
merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat baik tentang perpolitikan
bagi seluruh rakyat Aceh tanpa terkecuali,” demikian ungkap tokoh akademisi
STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Drs. Marzuki Hamid, MM menjawab Rakyat Aceh
kemarin.
Dijelaskannya, bahwa dengan adanya
moment pemilukada tersebut maka seluruh masyarakat Aceh baik generasi yang baru
tumbuh atau generasi yang sudah mulai terlibat langsung saat ini (pemilih-red)
dapat melihat dan mengambil suatu pembelajaran tentang poltik yang baik dan
benar.
Karenanya, dengan moment ini para
tokoh dan elit politik serta pelaku politik harus memberikan contoh
pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat umum dan generasi masa depan.
“Artinya, kita yang hari ini pada posisi pelaku politik harus bisa memberikan
dan menyampaikan bagaimana politik yang benar dan santun kepada masyarakat,”
sebut Marzuki yang merupakan Puket II STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa ini.
Lanjutnya, contoh pembelajaran
politik positif yang harus diberikan kepada masyarakat dan generasi masa depan
oleh para pelaku politik hari ini adalah bagaimana sebuah sikap politik yang
dewasa. Yaitu dalam pertarungan politik para pihak yang terlibat harus mampu
menerima konsekuensi dari pertarungan itu dengan sikap lapang dada dan mengakui
kekalahan serta tidak sombong dengan kemenangan yang diraih.
“Permusuhan tidak perlu ada dalam
kancah politik, memang perbedaan pandangan dan pilihan itu mutlak hak
masing-masing individu atau kelompok. Tapi di penghujung sebuah agenda seperti
Pemilukada ini, semua pelaku politik yang terlibat langsung maupun tidak
langsung harus mampu memberikan suatu apresiasi positif kepada masyarakat,
bukan malah sebaliknya dengan membentuk sebuah opisisi,” terang Marzuki lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar