LANGSA : Sejumlah tokoh masyarakat peduli pendidikan di Kota
Langsa meminta kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, agar melakukan crosscek
masalah penggunaan dana bantuan Pemerintah Aceh untuk Universitas Samudra
(Unsam) senilai Rp. 5 Milyar, apakah sudah sesuai peruntukkanya untuk proses
pengerian.
Permintaan itu disampaikan antara lain mantan Ketua Umum HMI Cabang Langsa,
Ir. Zainal Abidin, Bie, MM dan seorang akademisi, Idwar Ishaq, SKp, M. Kes
kepada waspada di Langsa, Rabu (12/10).
Menurut mereka, ada indikasi Walikota Langsa dan panitia penegrian Unsam
tidak transparan dalam mempergunakan dana bantuan tersebut, sehingga proses
penegrian Unsam sampai sekarang masih belum terkatung-katung. Dan harga tanah
untuk perluasan kampus yang dikatakan sudah dibayar kepada PTPN-I juga tidak
jelas, sehingga sampai sekarang hasil dari sawit tanah tersebut juga masih
dikuasai oleh PTPN-I.
Maka itu, kepada para anggota DPRA terutama yang berasal dari daerah
pemilihan Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, juga
diminta untuk membentuk pansus guna memperjelas dimana letak masalahnya
sehingga proses penegrian Unsam terkatung-katung. Karena bantuan senilai Rp. 5
Milyar untuk proses penegriannnya berasal dari APBK Pemerintah Aceh Tahun
Anggaran 2010.
Selain itu, baik Zainal mapun Idwar juga meminta aga keuangan Unsam agar
diaudit, supaya jika adanya terjadinya penyimpangan dapat diketahui. Karena
anggaran Unsam bukan anggaran pribadi atau kelompok tertentu, melainkan
anggaran umum milik masyarakat, jangan sampai penggunaannya menguntungkan
kelompok tertentu dan merugikan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar