Minggu, 16 Oktober 2011

Masyarakat Minta Anggaran Unsam Diaudit


Haba Rakyat, 
LANGSA : Sejumlah tokoh masyarakat peduli pendidikan di Kota Langsa meminta kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, agar melakukan crosscek masalah penggunaan dana bantuan Pemerintah Aceh untuk Universitas Samudra (Unsam) senilai Rp. 5 Milyar, apakah sudah sesuai peruntukkanya untuk proses pengerian.

Permintaan itu disampaikan antara lain mantan Ketua Umum HMI Cabang Langsa, Ir. Zainal Abidin, Bie, MM dan seorang akademisi, Idwar Ishaq, SKp, M. Kes kepada waspada di Langsa, Rabu (12/10).

Menurut mereka, ada indikasi Walikota Langsa dan panitia penegrian Unsam tidak transparan dalam mempergunakan dana bantuan tersebut, sehingga proses penegrian Unsam sampai sekarang masih belum terkatung-katung. Dan harga tanah untuk perluasan kampus yang dikatakan sudah dibayar kepada PTPN-I juga tidak jelas, sehingga sampai sekarang hasil dari sawit tanah tersebut juga masih dikuasai oleh PTPN-I.

Maka itu, kepada para anggota DPRA terutama yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, juga diminta untuk membentuk pansus guna memperjelas dimana letak masalahnya sehingga proses penegrian Unsam terkatung-katung. Karena bantuan senilai Rp. 5 Milyar untuk proses penegriannnya berasal dari APBK Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2010.

Selain itu, baik Zainal mapun Idwar juga meminta aga keuangan Unsam agar diaudit, supaya jika adanya terjadinya penyimpangan dapat diketahui. Karena anggaran Unsam bukan anggaran pribadi atau kelompok tertentu, melainkan anggaran umum milik masyarakat, jangan sampai penggunaannya menguntungkan kelompok tertentu dan merugikan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar