Haba Rakyat
Kendatipun
Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) tahun 2012 telah disahkan pada
Desember 2011 lalu,namun hingga saat ini realisasi keuangan Pemerintah
Kota Langsa masih morat-marit dan terkesan seperti terjadinya kekosongan
uang di Kas daerah,Kamis (19/4).
Ketidak
normal nya realisasi APBK tahun 2012 Kota Langsa sangat terlihat jelas
saat ini dimana sejumlah SKPK mengeluhkan lambannya pencairan dana yang
diusulkan ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA)
setempat,terutama untuk dana-dana rutinitas dari SKPD tersebut.
Informasi yang diperoleh dilapangan,dimana sejumlah SKPK di Kota Langsa dengan lambannya
pencairan dana dari DPKA maka sangat berdampak dalam melaksanakan tugas
rutinitas instansi.Jadi,problema tersebut cenderung memiliki makna
terbalik dengan dinyatakan bahwa keuangan Pemko Langsa bebas devisit.
“Jika
memang keuangan Pemko Langsa tidak lagi devisit,berarti semua dana yang
dibutuhkan dan telah diplotkan dalam APBK tahun 2012 sesuai kebutuhan
ketika diusulkan ke dinas keuangan,maka tidak akan ada keluhan dari
SKPD,”ungkap Edy Saputra salah seorang warga Langsa kepada Koran ini
kemarin.
Menurutnya,akibat
pencairan dana yang dibutuhkan oleh SKPK tidak tepat waktu juga sangat
berpengaruh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, “efek negatif
lainnya nanti berdampak juga dengan kemalasan dari para pegawai dalam bekerja,jadi hal ini jangan sampai terjadi,”pintanya.
Oleh
karenanya,untuk terciptanya roda pemerintahan yang baik dan pelayanan
publik yang efektif,maka Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Langsa
harus segera merealisasikan semua anggaran yang diusulkan pada triwulan
pertama oleh SKPK. “Jika kondisi ini terus berlangsung hingga memasuki
bulan Mei 2012 mendatang,berarti jelas uang di Kas Pemko Langsa
disinyalir kosong dan hanya tercamtum angka pisiknya saja pada lembaran
APBK,”tukas Edy lagi.
Sementara
itu,Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Kota Langsa
Samsul Bahri ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui
telephon selularnya tidak memberikan jawaban dan hanya menyuruh
menjumpai Abubakar bidang bendahara umum daerah pada dinas dimaksud.
Dalam
kesempatan lainnya,Abubakar yang menjabat sebagai Bendahara Umum Daerah
(BUD) Kota Langsa pada Dinas DPKA setempat dan ketika ditanyakan
sekaiatan lambannya pencaiaran dana dari keuangan yang sudah diusulkan
oleh SKPK,dirinya kepada Koran ini mengakui,bahwa masih ada anggaran
beberapa SKPK yang belum terbayar amprahan triwulan pertama.
Ketika ditanyakan,dengan terjadinya putaran kedua Pemilukada Walikota,Wakil Walikota Langsa tahun 2012 berapa dana yang akan terserap untuk Pemilukada tahap kedua itu dan apakah akan terjadinya devisit,Abubakar sembari tersenyum menyebutkan,ya,untuk Pemilukada lebih kurang sekitar Rp.5 miliar,sementara untuk Abubakar hanya tersenyum saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar