LANGSA: Keberadaan Badan Pengelolaan Pembangunan Komplek Pasar
Dan Perbelanjaan (Bapekopas) Kota Langsa
diduga hanya akal-akalan sejumlah oknum pejabat setempat dengan tujuan
untuk memeras para pedagang.
![]() |
| Gubernur Lira Aceh |
Karena lembaga yang diketuai Sekda Kota Langsa itu baru muncul belakangan
ini, sementara progra pembangunan pasar sudah mulai sejak awal tahun lalu,
demikian kata Gubernur Lira Aceh, Cut Lem, kepada Waspada di Langsa, Senin
(14/5).
Menurutnya, masalah yang dihadapi para pedagang di pasar Langsa itu sampai
kepadanya atas laporan dari pedagang itu
sdendiri , karena mereka hampir putus asa memperjuangkan haknya setelah Bapekopas mengultimatum harus bayar ratusan
juta rupiah baru bisa mendapat tempat jualan.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Lira Aceh, kata Cut Lem, (foto)
memang sangat banyak kejanggalan dalam proses pembangunan komplek pasar
terminal lama tersebut. Diantara sejumlah kejanggalan itu, jelasnya, dapat
dilihat dari berbagai dokumen yang dibuat Pemko Langsa. Satu dokomen dengan
dokumen lain saling bertentangan, demikian juga antara dokumen tertulis dengan
fakta lapangan juga jauh berbeda.
Sebagai salah satu contoh, Cut Lem menunjukkan sebuah dokumen surat seruan
walikota Langsa Nomor 511/ 863/ 2011 yang ditandatangani Walikota Drs Zulkifli
Zainon tertanggal 1 April 2011. Salah satu poin isinya dari surat itu, ujar Cut
Lem, di situ disebutkan jika bangunan pasar selesai dibangun penyewa kios lama
akan diprioritaskan tanpa ada ada pembayaran.
“Sekarang belum lagi bangunan itu selesai dibangun sudah ada surat baru
dari Bapekopas yang meminta bayaran ratusan juta,” ujar Cut Lem. Maka itu
pihaknya mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang bermain untuk meraup
kepentingan pribadi sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan wewenang saat
pergantian Walikota.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar