LANGSA: Lembaga Forum Peduli Rakyat Miskin
(FPRM) Kota Langsa mulai menurunkan sejumlah relawannya ke gampong-gampong
untuk memantau aktifitas para geuchik. Hal ini dilakukan karena para geuchik,
terutama yang masih menjabat Pj. banyak melakukan pelanggaran kedisiplinan.
Ketua FPRM Kota Langsa, Nasruddin, Kamis (31/3)
mengatakan, pelanggaran yang dilakukan para geuchik itu antara lain sikap
netralitasnya dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilukada. Berdasarkan
laporan dari sejumlah pihak, katanya, ada geuchik atau Pj geuchik yang
melakukan kegiatannya dengan mendukung calon pasangan tertentu. Yakni dengan
melakukan kampanye terselubung untuk mereka.
Padahal keberadaan
orang nomor satu di gampong tersebut telah diatur secara tegas dalam
undang-undang. Dimana mareka tidak dibenarkan untuk berpihak kepada salah
satu calon, selaku aparat negara di gampong para geuchik harus
benar-benar dapat menjaga netralitas.
Apalagi bagi Pj Geuchik yang note bene adalah PNS, karena yang bersangkutan dipercayakan memimpin
gampong sementara sebelum terpilih
terpilih geuchik yang difinitif. Maka itu FPRM menurunkan timnya untuk memantau gerak gerik mareka agar prosesi pelaksanaan demokrasi
pemilukada tidak tercela akibat ulah mareka.
“Semua bukti yang kita proleh nanti akan kita kumpulkan, dan
kita akan paparkan di Mahkamah Konstitusi (MK) bila terjadi pengugatan
nantinya,” ujarnya
Semua
tingkah laku para Geuchik dan Pj Geuchik yang ada kaitan dengan pemilukada
akan dipantau bila ada dari mareka terlibat langsung dalam kempanye. Apa
itu memasang alat peraga pada mobil, atau menyediakan tempat bagi calon untuk
berkempanye secara terselubung serta hal-hal lain yang dianggap
berbau kempanye.
Dengan begitu diharapkan
agar aparat pemerintah agar dapat menahan diri, Geuchik dan Pj Geuchik salah
satu jabatan publik yang si pemegangnya harus dapat menjaganya. Bukan malah
ikut-ikutan bermain politik praktis dengan mendukung salah satu calon Walikota
dan Wakil Walikota, sebut Nasruddin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar