LANGSA: Meskipun
dulunya saudagar Aceh mulai dari muge tetapi dalam kiprahnya pernah menjadi
modal bagi lahirnya kemerdekaan RI. Semengat tersebut perlu kiranya dipupuk
kembali kembali agar ekonomi di Aceh bisa cepat bangkit.
Demikian antara lain dikatakan
Ketua Kadin Aceh, H. Firmandez, ketika memberi arahannya kepada 100 orang
pemuda darti Kabiupaten Aceh Timur yang jadi peserta pelatihan wirausahawan,
selama dua hari sejak Jumat (14/10) di aula Hotel Harmoni Langsa.
Sebanyak
100 pemuda yang dilatih
itu terdiri dari pengusaha kecil,
mahasiswa, santri, dan anggota Kadin serta Hipmi
setempat.
H. Firmadez mengatakan, sebelum
adanya APBA/APBD, dana dari saudagar menajdi penggerak ekonomi Aceh. Selat
Malaka menjadi pintu perdagangan santara Timur dan Barat, serta pedagang dari
Yaman dan Gujarat singgah di Aceh membeli hasil bumi. Kemudian Samudra Pasai
sebagai pusat Islam dan perdagangan Aceh, Malaka, dan Portugis, juga menjadi
pusat pelaku perdagangan International.
Aceh
saat itu juga berperan dalam kemerdakaan RI, kata dia, dan saudagar bersama rakyat Aceh berhasil mmenyumbangkan
pesawat RI-1 dan RI-2 dan emas 20 kg. Bahkan ketika
itu semangat berkongsi Aceh dengan sistem manajemen baru dialukukan dengan membentuk Firma, seperti Aceh Kongsi, Firma
Murni, Fa Puspa, NV Bukti, Tenaga Desa, Lohknga Company, Damai, Indoklin, dan
lainnya.
“ Ketika itu saudagar kita berawal
dari muge, lalu punya relasi dagang dengan Penang, India, Cina, kemudian
menjadi saudagar besar, hingga menjadi modal bagi kemerdekaan RI”
katanya.
Dia
menambahkan, namun kondisi saudagar aceh masa kini berawal dari tahun 1967,
mulai terbius dengan kegiatan proyek-proyek pemerintah. Para pengsuaha lebih
banyak memilih kegiatan jangka pendek dasri pada masa panjang, dan para lulusan
Perguruan Tinggi lebih memilih menjadi pekerja di sektor pegawai negeri maupun
sektor swasta. Selanjutnya konflik berkepanjangan dan Tsunami yang melanda Aceh
pada akhir tahun 2004 silam juga telah menghancurkan semangat kebanyakan
saudagar.
Menurutnya,
bagi dunia usaha untuk bangkit kembali bukan hal yang mudah. Dengan kondisi
dunia usaha di Aceh saat ini, dengan jumlah
usaha relative rendah, namun semangat cukup tinggi. Untuk itu perlu
dioptimalkan kembali melalui program mewujudkan sejuta saudagar.
Namun untuk mewujudkannya, diantaranya dengan
adanya pengalaman di masa krisis pengusaha atau saudagar terutama UMKM di
daerah Aceh lebih mampu bertahan.Sehingga dengan akan tumbuhnya lagi UMKM dan
suaha lainnya akan membuka lapangan kerja, dan pengusaha atau saudagar UMKM
tidak hanya menjadi tulang punggung tetapi alat perang di pasar global.
Namun
ada berapa factor lainnya yang dapat menghambat kembali tumbuhnya saudagar
Aceh, diantaranya isu tingginya pengangguran merupakan isu lama dan klasik yang
selama ini belum dapat diatasi dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar