LANGSA : Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Kota Langsa, Tarmizi, meminta kepada semua pihak agar selamanya komit menjaga
Aceh supaya selalu berada dalam damai. DPRA dan Pemerintah Aceh juga diminta
jangan terjebak pada satu fokus tentang politik pilkada, sehingga lupa dengan
esensi perjuangan rakyat Aceh yang sebenarnya.
Demkian antara lain bunyi pernyataan sikap yang disampaikan Ketua PMII Kota
Langsa pada acara pembukaan penerimaan anggota baru di kantor PMII setempat,
Selasa (19/10). Ketua DPRK Langsa, Zulfri, ST ikut hadir sekaligus membuka
acara itu, serta ikut pula memberi kata sambutan yang intinya meminta kepada
para kader PMII agar selalu bersikap kritis, bila melihat ada sesuatu yang
tidak beres.
Ketua Umum PMII Langsa yang juga membawahi Kabupaten Aceh Timur dan
Kabupaten Aceh Tamiang, dalam kesempatan tersebut juga meminta secara khusus
kepada Presiden RI supaya mengambil sikap tegas terhadap persoalan Aceh dengan
tidak mengurangi dan mengangkangi MoU serta UUPA.
Menurutnya, jika SBY selaku Presiden RI sekarang ini tetap membiarkan
adanya pencabutan salah satu pasal dari UUPA, ini artinya sama juga dengan
pengkhianatan terhadap rakyat Aceh. Dalam hal ini berarti SBY telah gagal
menjaga komitmennya terhadap perdamaian Aceh. Karena MoU Helsinky dan UUPA
adalah ruhnya perdamaian Aceh.
“Esensi dan fokus isu Aceh sekarang ini bukanlah tentang pilkada, melainkan
pada komitmen semua pihak untuk menjaga perdamaian agar jangan sampai ternoda
hanya gara-gara perebutan kekuasaan,” ujar Tarmizi.
Maka itu, kata dia, seluruh kader PMII Kota Langsa meminta semua pihak agar
menjaga komitmen tersebut dengan menghormati poin-poin yang ada dalam MoU dan
UUPA yang dilahirkan dengan melibatkan semua komponen rakyat Aceh.(b20)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar