Senin, 12 September 2011

Ulama Harus Tetap Berani



Haba Rakyat,

LANGSA : Ketua Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kota Langsa, Cut Lem, menyerukan kepada para ulama, terutama yang tinggal di Aceh, agar jangan ada yang patah semangat dengan insiden pemukulan khatib di Sigli. Walaupun nyawa taruhannya, ulama harus tetap berani menyeru umat berbuat benar dan mencegah mereka berbuat mungkar. 

Cut Lem menyampaikan seruan tersebut kepada Waspada di Langsa, Senin (12/9), menanggapi peristiwa memalukan yang terjadi di Mesjid Keumala, Sigli, Jumat (9/9) lalu. Dimana Tgk Saiful Ahmad bin Abu, yang bertindak sebagai katib diturunkan dan dianiaya sejumlah jamaah yang tidak senang terhadap si khutbahnya.

Menurut Cut Lem, apa yang menimpa Tgk. Syaiful tersebut, bukanlah yang pertama terjadi dalam sejarah Islam. Bahkan cucu Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Hussein, sampai dipenggal kepalanya di Padang Karbala, demikian juga imam-imam mazhab, mereka juga ada yang dianaiya pihak-pihak yang berkuasa pada masanya.

Maka itu, selaku Ketua Lira Kota Langsa, Cut Lem menyamakan peristiwa yang menimpa Tgk. Syaiful tersebut dilihat dari sudut kekejiannya lebih parah dari Zaman jahiliyah karena pelakunya adalah ummat islam itu sendiri. Tapi bila dilihat dari sudut perjuangan ulama menegakkan kebenaran itu belum apa-apa dibanding dengan perjuangan ulama pada masa lalu.

Sikap Lira Kota Langsa terhadap peristiwa itu, kata dia, mengecam keras dan meminta pihak berwajib supaya mengusut tuntas dan menindak pelakunya secara hukum. Karena perbuatan itu dalam islam sangat biadab, telah merusak kesucian rumah Allah dan sekaligus penghinaan terhadap agama Islam.

Menurut Cut Lem, setahu dia, ajaran Islam sangat menghormati kesakralan mesjid. Orang bersalah saja jika sudah berlindung ke dalam mesjid, mereka wajib dilindungi keselamatan jiwanya saat itu, walalupun nanti harus dihukum sesuai syariat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar