Haba Rakyat, LANGSA Ketua Lira Kota Langsa, Cut Lem, melakukan kampanye
tunggal dengan mengusung isu jangan membenarkan yang salah dan jangan lagi
bohongi rakyat. Kampanye tersebut dilakukan Cut Lem sendirian tanpa melibatkan
siapapun pihak lain, dengan tujuan ingin membangun kekuatan sipil guna
mengontrol jalannya pemerintahan yang benar.
Sistim kampanye yang dilakukan selama ini, selain berbicara langsung dengan
berbagai kalangan warga masyarakat di sembarang tempat, juga membuat beberapa
baliho yang dipasang pada tempat-tempat strategis, seperti layaknya calon
walikota memperkenalkan dirinya kepada warga.
Ketika Waspada menanyakan secara langsung apa terget yang hendak dicapai
dengan kampanye tersebut, Rabu (24/8), Cut Lem menjelaskan, pihaknya berharap
agar masyarakat sipil timbul kesadarannya bahwa selama ini mereka sering
tertipu.
“Menjelang pilkada ini warga masyarakat supaya hati-hati, tidak mudah memberi
dukungan kepada calon-calon tertentu yang pandai menipu dan sering membohongi
rakyat,” kata Cut Lem, itu saja harapannya, dan dirinya tidak menggiring agar
warga memilih figur tertentu dan menolak figur tertentu pula.
Soal membenarkan yang salah dan membohongi rakyat, Cut Lem mengarahkan hal
tersebut supaya dihindari oleh semua elemen, terutama para penyelenggara
pemerintah baik eksekutif maupun legislatif.
Karena selama ini, kata dia, baik eksekutif maupun legislatif sepertinya
tak lagi punya rasa malu berbuat salah dan berlaku bohong. Gontok-gontokan di
DPRK dan seringnya mereka melakukan studi banding menjadi salah satu bukti
pihak anggota dewan suka membenarkan yang salah, demikian juga dengan perilaku
eksekutif, mereka tak mau kalah dalam membuat program yang dapat menghabiskan
uang banyak dan merugikan masyarakat.
Salah satu contohnya, ujar Cut lem, membangun pertokoan di atas badan
jalan. Hal ini selain telah merampas hak warga tempat berlalu lintas juga telah
membawa kerugian besar karena merusak median jalan yang sudah dibangun
sebelumnya, serta sebagian badan jalan yang diaspal juga ikut ditimbun sebagai
pertapakan bangunan.
“Membenarkan yang salah dan membohongi rakyat seperti itulah yang ingin
saya perangi,” ujar Cut Lem seraya menjelaskan, maka dia melakukan kampanye
tunggal tersebut sebelum ada pihak lain yang mengikutinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar