Sabtu, 27 Agustus 2011

Jangan Benarkan Yang Salah, Jadi Isu Kampanye Tunggal Ketua Lira Kota Langsa


Haba Rakyat, LANGSA  Ketua Lira Kota Langsa, Cut Lem, melakukan kampanye tunggal dengan mengusung isu jangan membenarkan yang salah dan jangan lagi bohongi rakyat. Kampanye tersebut dilakukan Cut Lem sendirian tanpa melibatkan siapapun pihak lain, dengan tujuan ingin membangun kekuatan sipil guna mengontrol jalannya pemerintahan yang benar.

Sistim kampanye yang dilakukan selama ini, selain berbicara langsung dengan berbagai kalangan warga masyarakat di sembarang tempat, juga membuat beberapa baliho yang dipasang pada tempat-tempat strategis, seperti layaknya calon walikota memperkenalkan dirinya kepada warga.

Ketika Waspada menanyakan secara langsung apa terget yang hendak dicapai dengan kampanye tersebut, Rabu (24/8), Cut Lem menjelaskan, pihaknya berharap agar masyarakat sipil timbul kesadarannya bahwa selama ini mereka sering tertipu.

“Menjelang pilkada ini warga masyarakat supaya hati-hati, tidak mudah memberi dukungan kepada calon-calon tertentu yang pandai menipu dan sering membohongi rakyat,” kata Cut Lem, itu saja harapannya, dan dirinya tidak menggiring agar warga memilih figur tertentu dan menolak figur tertentu pula.

Soal membenarkan yang salah dan membohongi rakyat, Cut Lem mengarahkan hal tersebut supaya dihindari oleh semua elemen, terutama para penyelenggara pemerintah baik eksekutif maupun legislatif.

Karena selama ini, kata dia, baik eksekutif maupun legislatif sepertinya tak lagi punya rasa malu berbuat salah dan berlaku bohong. Gontok-gontokan di DPRK dan seringnya mereka melakukan studi banding menjadi salah satu bukti pihak anggota dewan suka membenarkan yang salah, demikian juga dengan perilaku eksekutif, mereka tak mau kalah dalam membuat program yang dapat menghabiskan uang banyak dan merugikan masyarakat.

Salah satu contohnya, ujar Cut lem, membangun pertokoan di atas badan jalan. Hal ini selain telah merampas hak warga tempat berlalu lintas juga telah membawa kerugian besar karena merusak median jalan yang sudah dibangun sebelumnya, serta sebagian badan jalan yang diaspal juga ikut ditimbun sebagai pertapakan bangunan.

“Membenarkan yang salah dan membohongi rakyat seperti itulah yang ingin saya perangi,” ujar Cut Lem seraya menjelaskan, maka dia melakukan kampanye tunggal tersebut sebelum ada pihak lain yang mengikutinya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar