Minggu, 19 Februari 2012

Sesalkan Kebijakan Pemkot Bangun Kios Di Atas Badan Jalan



Haba Rakyat

LANGSA: Gerakan Pemuda Ansor Kota Langsa menyesalkan kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Langsa menutup sejumlah ruas jalan di tengah kota dengan membangun ratusan kios, sehingga menyulitkan masyarakat dalam beraktifitas.

Kebijakan menutup jalan, merupakan kebijakan yang paling tidak populis dilakukan Pemerintah Kota Langsa di bawah pimpinan Walikota Drs. Zulkifli Zainon, MM, dan ini perlu segera dicari solusi untuk membuka kembali akses masyarakat menggunakan jalan sebagai sara transportasi.

Demikian Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Rahmad Hidayat mengatakan kepada Waspada di Langsa, Minggu (18/2). Dengan didampingi Sekretarisnya, Kahirul Azhar, Ketua GP Ansor menjelaskan, tujuan setiap bidang pembangunan diadakan adalah untuk memudahkan masyarakat di bidang itu. 

Pembangunan di bidang jalan, kata dia, untuk memudah masyarakat di bidang transportasi. Maka itu salah besar ketika badan jalan digunakan untuk membangun kios dan toko. Selain telah merugikan uang daerah karena bangunan jalan yang bagus menjadi rusak, juga telah merampas hak masyarakat, hilangnya kenyamanan dalam beraktifitas.

Carut marutnya penataan pasar Langsa, tambah Rahmat Hidayat,  bisa menjadi sebagai salah satu indikator kepemimpinan Zulkifli Zainon sebagai walikota telah gagal dalam membina rakyat. Fenomena ini sangat menyedihkan, jika tidak segera ditanggulangi sebelum masa jabatannya berakhir.

Menurut Rahmat, keberadaan sebuah  pasar di Kota merupakan jantung perekonomian rakyat. Konsep simbiosis mutualisme antara masyarakat sebagai pembeli dan pedagang sebagai penjual tidak seharusnya dirusak dengan sebuah kebijakan dari penguasa. Dengan menutup jalan, baik masyarakat sebagai pembeli dan pedagang sebagai penjual sekarang sama-sama mengalami kerugian.

“Masyarakat sebagai pembeli kesulitan melakukan sksesnya ke pusat pasar dan pedagang sebagai penjual kehilangan sejumlah langganannya, inilah yang terjadi sekarang ini,” demikian Rahmat Hidayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar