LANGSA: Gerakan Pemuda Ansor Kota Langsa menyesalkan kebijakan
yang diambil Pemerintah Kota Langsa menutup sejumlah ruas jalan di tengah kota
dengan membangun ratusan kios, sehingga menyulitkan masyarakat dalam
beraktifitas.
Kebijakan menutup jalan, merupakan kebijakan yang paling tidak populis
dilakukan Pemerintah Kota Langsa di bawah pimpinan Walikota Drs. Zulkifli
Zainon, MM, dan ini perlu segera dicari solusi untuk membuka kembali akses
masyarakat menggunakan jalan sebagai sara transportasi.
Demikian Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Rahmad Hidayat mengatakan
kepada Waspada di Langsa, Minggu (18/2). Dengan didampingi Sekretarisnya,
Kahirul Azhar, Ketua GP Ansor menjelaskan, tujuan setiap bidang pembangunan
diadakan adalah untuk memudahkan masyarakat di bidang itu.
Pembangunan di bidang jalan, kata dia, untuk memudah masyarakat di bidang
transportasi. Maka itu salah besar ketika badan jalan digunakan untuk membangun
kios dan toko. Selain telah merugikan uang daerah karena bangunan jalan yang
bagus menjadi rusak, juga telah merampas hak masyarakat, hilangnya kenyamanan
dalam beraktifitas.
Carut marutnya penataan pasar Langsa, tambah Rahmat
Hidayat, bisa menjadi sebagai salah satu
indikator
kepemimpinan Zulkifli Zainon sebagai walikota telah gagal dalam membina rakyat. Fenomena
ini sangat menyedihkan, jika tidak segera ditanggulangi sebelum
masa jabatannya berakhir.
Menurut Rahmat, keberadaan sebuah pasar di Kota merupakan jantung perekonomian rakyat. Konsep simbiosis mutualisme antara
masyarakat sebagai pembeli
dan pedagang
sebagai penjual tidak
seharusnya
dirusak dengan sebuah kebijakan dari penguasa. Dengan menutup jalan, baik
masyarakat sebagai pembeli dan pedagang sebagai penjual sekarang sama-sama
mengalami kerugian.
“Masyarakat sebagai pembeli kesulitan
melakukan sksesnya ke pusat pasar dan pedagang sebagai penjual kehilangan
sejumlah langganannya, inilah yang terjadi sekarang ini,” demikian Rahmat
Hidayat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar