Rabu, 19 Oktober 2011

PMII Minta Semua Pihak Komit Menjaga Aceh Damai


Haba Rakyat,

LANGSA: Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Langsa, Tarmizi, meminta kepada semua pihak agar selamanya komit menjaga Aceh supaya selalu berada dalam damai. DPRA dan Pemerintah Aceh juga diminta jangan terjebak pada satu fokus tentang politik pilkada, sehingga lupa dengan esensi perjuangan rakyat Aceh yang sebenarnya.

Demkian antara lain bunyi pernyataan sikap yang disampaikan Ketua PMII Kota Langsa pada acara pembukaan penerimaan anggota baru di kantor PMII setempat, Selasa (19/10). Ketua DPRK Langsa, Zulfri, ST ikut hadir sekaligus membuka acara itu, serta ikut pula memberi kata sambutan yang intinya meminta kepada para kader PMII agar selalu bersikap kritis, bila melihat ada sesuatu yang tidak beres.

Ketua Umum PMII Langsa yang juga membawahi Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang, dalam kesempatan tersebut juga meminta secara khusus kepada Presiden RI supaya mengambil sikap tegas terhadap persoalan Aceh dengan tidak mengurangi dan mengangkangi MoU serta UUPA.

Menurutnya, jika SBY selaku Presiden RI sekarang ini tetap membiarkan adanya pencabutan salah satu pasal dari UUPA, ini artinya sama juga dengan pengkhianatan terhadap rakyat Aceh. Dalam hal ini berarti SBY telah gagal menjaga komitmennya terhadap perdamaian Aceh. Karena MoU Helsinky dan UUPA adalah ruhnya perdamaian Aceh.

“Esensi dan fokus isu Aceh sekarang ini bukanlah tentang pilkada, melainkan pada komitmen semua pihak untuk menjaga perdamaian agar jangan sampai ternoda hanya gara-gara perebutan kekuasaan,” ujar Tarmizi.

Maka itu, kata dia, seluruh kader PMII Kota Langsa meminta semua pihak agar menjaga komitmen tersebut dengan menghormati poin-poin yang ada dalam MoU dan UUPA yang dilahirkan dengan melibatkan semua komponen rakyat Aceh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar