LANGSA: Pada saat Pemerintah Kota Langsa memperingati HUT ke-10,
warga masyarakat yang beraktifitas di Terminal Terpadu genap setengah bulan
berada dalam kegelapan. “Ini merupakan kado yang istimewa buat kami dan warga
yang berpergian malam hari,” ujar salah seorang petugas loket kepada Ketua DPRK
Langsa, Zulfri, ST yang berkunjung ke sana pada hari ulang tahun Kota Langsa,
Senin (17/10).
Setelah mendengar aspirasi warga dalam bentuk keluhan tersebut, Zulfri
kepada Waspada mengaku sangat malu dan bercampur heran kenapa sudah setengah
bulan listrik dipotong ke terminal pemerintah masih tenang-tenag saja.
“Saya sangat malu kepada warga yang menggunakan jasa angkutan umum
terminal, sekaligus juga sangat kecewa terhadap sikap Pemko Langsa dan
jajarannya yang membidangi terminal,” demkian Zulfri mengomentarinya, karena
sudah setengah bulan listrik dipotong akibat tertunggak rekining belum juga
diselesaikan.
Zulfri juga mengaku heran, padahal membayar rekening listrik terminal itu
merupakan kewajiban Pemko Langsa dalam pemenuhan kebutuhan publik. Sekarang ini
pengurus loket terpaksa berpatungan per loketnya Rp. 5 ribu satu malam untuk
menghidupkan genset, agar kawasan terminal bisa menjadi terang.
Menurut pengakuan mereka kepada Zulfri, keadaan tersebut menjadi beban bagi
pengurus loket, tapi mau tak mau tetap harus mereka tanggung karena pihak PLN
belum mau menyambung arusnya sebelum Pemko Langsa membayar tunggagakan.
Yang mengherankan lagi bagi Zulfri, seluruh warga Langsa yang menggunakan
jasa penerangan listrik di rumahnya, masing-masing sudah dibebankan biaya ini
dalam pembayaran per bulannya untuk kepentingan umum. Lalu kemana uang itu
sekarang dipergunakan, ujar Zulfri dalam nada tanya.
Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, Zulfri meminta kepada Walikota
Langsa Drs. Zulkifli Zainon, MM supaya bersikap tegas terhadap hal tersebut.
Apa pun persoalannya seharunsya masalah pelayanan umum jangan sampai tertunda,
apalagi masyarakat sudah cukup berjasa dalam mebayar rekening yang dibebankan
kepada mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar