Senin, 17 Oktober 2011

Kado HUT ke-10 Kota Langsa, Terminal Tetap Masih Gelap


Haba Rakyat,

LANGSA: Pada saat Pemerintah Kota Langsa memperingati HUT ke-10, warga masyarakat yang beraktifitas di Terminal Terpadu genap setengah bulan berada dalam kegelapan. “Ini merupakan kado yang istimewa buat kami dan warga yang berpergian malam hari,” ujar salah seorang petugas loket kepada Ketua DPRK Langsa, Zulfri, ST yang berkunjung ke sana pada hari ulang tahun Kota Langsa, Senin (17/10).

Setelah mendengar aspirasi warga dalam bentuk keluhan tersebut, Zulfri kepada Waspada mengaku sangat malu dan bercampur heran kenapa sudah setengah bulan listrik dipotong ke terminal pemerintah masih tenang-tenag  saja.

“Saya sangat malu kepada warga yang menggunakan jasa angkutan umum terminal, sekaligus juga sangat kecewa terhadap sikap Pemko Langsa dan jajarannya yang membidangi terminal,” demkian Zulfri mengomentarinya, karena sudah setengah bulan listrik dipotong akibat tertunggak rekining belum juga diselesaikan.

Zulfri juga mengaku heran, padahal membayar rekening listrik terminal itu merupakan kewajiban Pemko Langsa dalam pemenuhan kebutuhan publik. Sekarang ini pengurus loket terpaksa berpatungan per loketnya Rp. 5 ribu satu malam untuk menghidupkan genset, agar kawasan terminal bisa menjadi terang.

Menurut pengakuan mereka kepada Zulfri, keadaan tersebut menjadi beban bagi pengurus loket, tapi mau tak mau tetap harus mereka tanggung karena pihak PLN belum mau menyambung arusnya sebelum Pemko Langsa membayar tunggagakan.

Yang mengherankan lagi bagi Zulfri, seluruh warga Langsa yang menggunakan jasa penerangan listrik di rumahnya, masing-masing sudah dibebankan biaya ini dalam pembayaran per bulannya untuk kepentingan umum. Lalu kemana uang itu sekarang dipergunakan, ujar Zulfri dalam nada tanya.

Bertitik tolak dari kenyataan tersebut, Zulfri meminta kepada Walikota Langsa Drs. Zulkifli Zainon, MM supaya bersikap tegas terhadap hal tersebut. Apa pun persoalannya seharunsya masalah pelayanan umum jangan sampai tertunda, apalagi masyarakat sudah cukup berjasa dalam mebayar rekening yang dibebankan kepada mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar