LANGSA: Puluhan pedagang sayur yang selama
ini menggelar dagangannya di kawasan Terminal Lama, mengadu ke Dewan Perwakilan
Rakyat Kota (DPRK) Langsa, Selasa (19/10). Mereka datang mengadu
ke sana terkait
akan digusurnya lapak dagangan mereka oleh pihak developer pembangunan pasar. Mereka minta sebelum digusur, pemerintah harus menyediakan lapak dagangan pengganti bagi mereka.
Ismail, salah seorang dari pedagang tersebut, mengatakan, mereka merasa kecewa
karena kedatangan mereka saat itu hanya diterima dua anggota dewan, Jony
Syahril dan Ridwan. Namun Kabid Pasar selaku pihak yang berwenang untuk
pengaturan pasar tidak bias hadir. Menurut pedagang kedatang mereka ke dewan
adalah untuk mengadukan nasibnya, terkait akan dilakukannya penggusuran
terhadap lapak dagangan yang berada di kawasan Terminal Lama Pasar Langsa.
Mereka meminta sebelum dilakukan penggusuran tersbeut, pemerintah
setempat menyediakan lapak yang baru agar mereka dapat menjalankan aktivitas
berjualannya seperti biasa. “Intinya kami sangat mendukung pembangunan pasar,
namun kami meminta sebelum dilakukan penggusuran pemerintah harus menyelesaikan dulu penempatan lokasi lapak yang
layak bagi kami,” katanya.
Mereka menambahkan, lokasi yang cocok untuk penempatan pedagang
sayur untuk sementara bisa ditempatkan di sekitar
Pekong Langsa, atau sekitar jalur menuju pasar ikan dari arah jalan Gampong Blang
Seunibong, Kecamatan Langsa Kota. Namun apabila mereka ditempatkan di sekitar
jalan Pos Lantas, padagang menilai lokasi itu tidak cocok dan akan mengurangi
pendapatan mereka, karena ditakutkan warga enggan menuju ke sana.
Selain itu lokasi jalan Pos Lantas ini juga tidak cukup
menampung sekitar 200 lebih pedagang sayur yang berada di Terminal Lama Pasar
Langsa saat ini. Sedangkan pedagang sayur yang berada di jalan rel juga akan
ditempatkan di lokasi tersebut. Kemudian apabila nantinya mereka ditempatkan di
lokasi jalan Pekong tersebut, pedagang meminta pemerintah benar-benar
mengontrol agar tidak terjadi penjualan lapak.
Hal ini ditakutkan bisa saja terjadi seperti waktu-waktu sebelumnya
yang dimanfaatkan para
calo liar yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadinya. “Apabila
masalah ini tidak ada respon sama sekali dari pemerintah, maka kami sepakat
akan datang lebih ramai lagi ke dewan,” ancam pedagang tersebut.
Anggota Komisi C DPRK Langsa, Jony Asril,
mengatakan, apa yang telah disampaikan para pedagang sayur tersebut terlebih
dahulu akan mereka tampung semuanya. Kemudian terkait pansus dewan yang telah
dilakukan pada sebelumnya ke Pasar Langsa tidak terlibat mereka, maka masalah
tersebut akan dilaporkan ke tim pansus DPRK Langsa, karena tim apnsus yang
dapat mengetahui pemecahan masalahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar