Kamis, 25 Agustus 2011

PA Tolak Konspirasi Parnas Karena Tak Ingin Digiring Dalam Perilaku Koruptif


Haba Ralyat, LANGSA : Sekretaris DPW Partai Aceh Kota Langsa, Furqan, S. Pd. I menegaskan, PA menolak ajakan sejumlah anggota dewan dari Parnas Kota Langsa untuk berangkat konsultasi ke Kemendagri terkait status Ketua DPRK Langsa, M Zulfri, disebabkan ada beberapa alasan. Antara lain keberangkatan itu jelas konpirasi politik seperti yang diakui salah seorang anggota dewan dari parnas, dan muaranya upaya penggiringan PA pada perilaku koruptif.

“Maka itu Partai Aceh menolaknya dengan tegas, karena tidak ingin melakukan konspirasi politik dan tak mau berperilaku koruptif terhadap uang daerah di saat PNS dan perangkat desa tak bisa memperoleh paket lebaran, lantaran keuangan Pemko Langsa sedang defisit,” demikian ujar Furqan kepada Waspada di Langsa, Kamis (25/8).

Selain itu, kata dia, Persoalan Ketua DPRK Langsa sebenarnya juga sudah cukup jelas. Dalam kajian hukum biro hukum Kemendagri sudah tiga surat diterbitkan mengenai status Ketua DPRK Langsa, M Zulfri, baik untuk menjawab pertanyaan dari DPRK Langsa maupun untuk menjawab surat Setda Pemerintahan Aceh. Semua surat tersebut pada intinya berbunyi sama, Ketua DPRK Langsa tidak dapat diberhentikan tanpa usulan parpol.

Mengenai terjadi multi tafsir di kalangan anggota dewan dari parnas belakangan ini, menurut Furqan, hal tersebut bukan karena isi surat yang tidak jelas. Tapi sesuai pengakuan Rubian Harja, anggota DPRK Langsa dari Fraksi Golkar, itu semata-mata karena adanya konspirasi politik. Maka itu tidak perlu berkonsultasi sampai ke Jakarta kalau hanya sekedar untuk menguatkan konspirasi, ujar Furqan.

Alasan lain lagi PA menolak ajakan konsultasi itu, tambah Furqan lagi, karena sudah  yang mengajak dari anggota dewan yang sedang membangun konspirasi ditambah lagi akan menggunakan uang daerah. Partai Aceh tak mau digiring dalam perilaku koruptif yang akan membuat citra partai menjadi buruk. Karena pengurus parpol bukan penelenggara pemerintahan tetapi parpol adalah organisasi yang melahirkan penyelenggara pemerintahan.

Dan alasan yang lebih urgen lagi tentu saja karena PA menilai tidak seharusnya konsultasi itu dilakukan sebab tidak ada makna, terkecuali sudah ada kesepakatakan para pihak sebelumnya untuk hadir. Dan PA juga tidak ingin dituduh ikut  jalan-jalan ke jakarta menjelang lebaran untuk cari uang lebaran dari dana daerah di saat kebijakan Pemko Langsa pada tahun ini tidak memberikan paket lebaran kepada PNS, honorer, tenaga bakti, perangkat desa, dan imam desa. Kalau hal ini dilakukan tentunya akan menyayat perasaan di kota Langsa dan ini jelas bertolak belakang dengan perjuangan politik Partai Aceh, demikian Furqan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar