Sabtu, 27 Agustus 2011
Belasan KM DAS Krueng Langsa Kritis Dihantam Erosi
Haba Rakyat, LANGSA : Belasan kilometer Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa kini mengalami masa kritis. Keadaan itu terjadi akibat sebagian besar DAS tersebut tergerus erosi, sehingga sejumlah lahan masyarakat di bantaran sungai juga tergerus 5 sampai 10 m.
“Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan gerusan akibat erosi makin meluas dan dapat menyengsarakan masyarakat disepanjang bantaran Krueng Langsa,” demikian kata Gechik Gampong Langsa Lama Almahdi kepada wartawan beberapa hari lalu.
Hal yang sama juga disampaikan M. Thahir (58), salah seorang warga Gampong Meurandeh. Menurut dia, rusaknya DAS Krueng Langsa sudah terjadi hampir 10 Tahun, namun penanganannya belum terlihat ada tanda-tanda yang serius dari pemerintah Kota Langsa. M. Thahir sebagai warga yang tinggal di situ sudah banyak mengalami kerugian akibat erosi tersebut, maka dia sekarang berharap Pemrintah mau turun tangan dengan serius.
Dan M Thahir sangat khawatir pada musim hujan mendatang, jumlah titik yang tergerus akan bertambah.
Ir. Ismail Manyak, Staf Pengairan PU Langsa, menaggapi masalah tersebut mengatakan, Dinas PU Langsa sebenarnya telah merencanakan sistem pengendalian banjir Krueng Langsa dengan cara pelurusan sungai (Shortcut) dan pemancangan Site Pile sepanjang 12 Km. Karena kapasitas daya tampung debit air sudah mengecil akibat erosi dan sedmentasi pada tebing dan dasar sungai perlu diperdalam dan dilebarkan, sehingga jika proyek ini terlaksana problema banjir yang sering melanda Kota Langsa juga dapat teratasi serta menyelamatkan lahan masyarakat di sepanjang DAS Krueng Langsa.
Adapun pemancangan site pile, menurut Ir. Ismail Manyak, akan dilakukan sepanjang 12 Km dimulai dari Desa Kemuning, Desa Seulalah, Desa Gampong Jawa, Desa Gampong Teungoh Desa Meurandeh dan Desa Langsa Lama.
Sementara pada waktu yang lain, Walikota Langsa Drs. Zulkifli Zainon, MM, juga pernah mengatakan, untuk membiayai proyek tersebut Pemko Langsa tidak mempunyai dana, karena diperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp. 367 Milyar.
Untuk itu Ia mengharapkan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Aceh pada Tahun Anggaran 2011 dapat mengalokasi dana sehingga proyek ini dapat segera diselesaikan.
Berdasarkan catatan Waspada, untuk menanggulangi banjir dan erosi pada sejumlah titik di Krueng Langsa, Tahun 2008 telah dikerjakan pelurusan Krueng Langsa dengan Anggaran Otsus sebesar Rp. 5,4 M yang dikerjakan oleh PT. Taman Niaga dan pada Tahun 2010 dikerjakan pembuatan tanggul di Desa Seulalah juga dari dana Otsus, namun karena proyek tersebut tidak dikerjakan secara komprehensif, hasilnya dirasakan tidak optimal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar