Rabu, 15 Juni 2011

Aceh Timur Kekurangan Guru Bidang Study

LANGSA: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, H. Agussalim, SH, MH mengatakan, salah satu masalah pendidikan yang masih melilit Aceh Timur yakni kurangnya guru bidang study.

“Sekarang di Aceh Timur masih banyak guru yang harus mengajar tidak sesaui dengan disipilin ilmu yang dimilikinya,” demikian Agussalim mengatakan kepada wartawan di kantornya, Senin (13/6).

Artinya, ada guru yang seharusnya mengajarkan bidang studi sesuai dengan pendidikannya, namun harus mengajarkan bidang studi lain seperti guru bidang studi Matematika tetapi harus juga mengajarkan pelajaran Geografi atau pelajaran lainnya.

Menurut Agussalim, kendatipun guru yang bersangkutan dianggap mampu untuk mengajarkannya, namun itu tidaklah sempurna hasilnya, kalau tidak dilakukan terobosan-terobosa dengan membuat program pelatihan kompetensi guru. Karena ada seorang guru yang basiknya adalah guru Matematika, namun harus juga mengajarkan pelajaran Geografi, itu sangat mustahil bisa maksimal hasilnya untuk dapat diajarkan kepada anak didiknya di sekolah.

Disebutkannya,saat ini guru yang yang masih minim di Aceh Timur adalah pelajaran Geografi, Bahasa Indonesia dan Penjaskes. Untuk itu, diharapkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemrintah Pusat, agar dapat memberikan fasilitas untuk melaksanakan program pelatihan kompetensi guru, sehingga nantinya para guru tersebut akan mampu lebih maksimal untuk menguasai bidang studi yang akan diajarkannya.Ini semua demi menyukseskan peningkatan mutu pendidikan di wilayah ini.

Meskipun untuk ajaran tahun 2010-2011 hasilnya sangat memuaskan dilihat dari angka kelulusan Ujian Nasional(UN) sebsar 99 persen dengan peringkat 16 dari 23 kabupaten/kota, dibandingkan dengan ajaran tahun 2009-2010 hanya 92 persen dengan peringkat 22.

Agussalim juga mengakui, mengenai nasib tenaga guru yang berada dikawasan pedalaman dinilai masih belum sebanding tingkat kesejahteraannya yang diperoleh dari uang tunjangan yang mereka dapatkan. “Mengingat apa yang telah mereka berikan untuk memberikan yang terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama di daerah pedalaman jauh lebih besar tanggungjawabnya,”pungkasnya lagi.

Menurutnya,untuk saat ini perhatian pemerintah bagi para guru terlihat sangat peduli terbukti dengan memberikan uang tunjangan bagi guru daerah terpencil, namun tidak semua guru terpencil mendapatkannya,karena pemberian tunjangan tersebut berdasarkan kuota yang telah ditentukan. “Kepada pemerintah Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat agar tidak melihat ada atau tidaknya kuota dalam hal uang tunjangan bagi semua tenaga guru yang ada di daerah pedalaman,”timpalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar